![]()
Kota Bengkulu, infoberitanasional.com — Proyek pembangunan tangki septik skala individual perkotaan di Kelurahan Sumur Meleleh,Kota Bengkulu,yang menelan anggaran Rp 1,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Tahun Anggaran 2025, menuai sorotan publik karena diduga dikerjakan asal-aja. 
“Proyek bantuan dari pemerintah pembangunan pembuatan closet WC gratis sangat mengecewakan karena yang pertama tidak ada bilik atau dinding hingga semetara belum dimanfaatkan waktu karena tidak adanya biaya untuk tambahan matrial bangun bilik atau dinding hanya plong saja bagaimana mau digunakan bahkan ada juga warga yang yang menolak bantuan karena tidak ada bilik nya atau dinding dari pada kami berharap bantuan harunya bantuan itu jangan setengah-setengah,”kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pantauan awak media di lapangan pada hari Senin, 9 Februari 2026, menemukan adanya dugaan kejanggalan pada hasil pekerjaan di lapangan yang berlokasi di wilayah kelurahan sumur meleleh dan sekitarnya,terlihat mutu dan kualitas rendah bangunan yang dihasilkan dalam pembangunan tangki septik tersebut.Bahkan di beberapa unit diduga sudah di selimuti rumput, sedangkan untuk Biaya per unit diduga tembus di angka mencapai Rp 9 juta,tapi hasilnya tidak sesuai standar. Beberapa unit bahkan belum dapat dimanfaatkan karena tidak ada biliknya,dapat di katakan gagal perencanaan.
Dugaan korupsi dan penyimpangan dalam proyek ini semakin kuat, terutama beberapa unit belum dapat dimanfaatkan karena tidak ada dinding.Aparat penegak hukum (APH) diminta turun tangan untuk memeriksa dan mengusut kasus ini.
“Proyek ini berkaitan dengan program nasional pengentasan stunting dan penanganan wilayah kumuh. Harus ada transparansi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu,”harap warga.
Hingga berita ini diterbitkan,pihak Dinas PUPR Kota Bengkulu,PPTK, konsultan pengawasan,dan pelaksana kegiatan KSM diwilayah kelurahan sumur meleleh belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait proyek tersebut.
Pewarta : Red Kaperwil Bengkulu.


