7.2 C
New York
Minggu, Mei 3, 2026

Buy now

spot_img

Di Duga Insiden Pengeroyokan di Lokasi Proyek Sekolah Rakyat (SR) Bengkulu:Seorang Petugas Security Mengalami Luka Serius Akibat Pengeroyokan

Bengkulu,  InfoberitaNasional.com — Sebuah peristiwa kekerasan yang memicu keprihatinan publik terjadi di lokasi pembangunan proyek Sekolah Rakyat di wilayah Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, pada Sabtu (2/5/2026). Insiden ini menimpa Security, seorang petugas di lokasi proyek, yang dipukuli secara bersama-sama oleh puluhan orang yang sebagian besar merupakan pekerja di lingkungan tersebut. Akibat perbuatan itu, korban mengalami luka memar di sekujur tubuh dan cedera serius pada mata kiri yang mengganggu fungsi penglihatannya hingga saat ini.

Peristiwa bermula dari hal yang seolah sepele namun berujung pada keributan besar. Awalnya, seorang anggota tim bongkar muat yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) meminjam sepeda motor milik salah satu pekerja proyek untuk keperluan di luar lokasi. Kejadian ini terjadi karena kunci kendaraan milik pekerja tersebut ternyata dapat digunakan untuk menyalakan motor lain yang ada di lokasi. Setelah keperluan selesai, kendaraan dikembalikan dalam keadaan utuh. Namun, alih-alih selesai di sana, pemilik motor justru terbakar emosi dan memicu ketegangan yang meluas menjadi keributan antar warga dan pekerja.

Saat situasi sedang memanas, Security yang saat itu bertugas piket mendengar adanya keributan dan segera bergegas ke lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari pos pengamanan. Tanpa sempat mengetahui duduk persoalan atau menjelaskan maksud kedatangannya, korban justru langsung dituduh secara sepihak oleh pemilik kendaraan sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Tuduhan itu kemudian diikuti tindakan kekerasan, di mana sekitar 50 orang yang hadir di lokasi langsung mengeroyoknya secara membabi buta. Salah satu pelaku diketahui merupakan warga RT 09, tetangga korban sendiri.

Ketua RT 25 RW 07 Kelurahan Pekan Sabtu membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa awalnya perselisihan hanya melibatkan pemilik motor dan anggota serikat pekerja, namun karena suasana yang sudah emosional, kekerasan meluas hingga menimpa korban yang tidak bersalah. Terkait tanggung jawab pihak pelaksana pembangunan, ia menyarankan agar awak media berkoordinasi langsung dengan bagian humas kontraktor, mengingat dirinya tidak terlibat dalam urusan teknis maupun kelembagaan proyek.

Pihak manajemen pelaksana proyek (Red Aries) membenarkan adanya insiden kekerasan tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Pihaknya menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas dampak yang dialami korban, namun menjelaskan bahwa penanganan perkara sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian Polsek Selebar. Penanganan informasi juga telah dikoordinasikan bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan Intel Polsek Selebar, guna menjamin akurasi dan kelancaran proses hukum. “Agar tidak terjadi kesalahan penyampaian fakta, keterangan rinci dapat diminta langsung kepada pihak kepolisian,” ungkap perwakilan pelaksana Pak Aries

Sementara itu, Security selaku korban menceritakan pengalaman pahitnya, di mana ia hanya menjalankan tugas sebagai petugas keamanan dan berusaha mendamaikan suasana, namun justru diperlakukan dengan kekerasan yang tidak manusiawi. Ia juga menegaskan bahwa lokasi kejadian sebenarnya berada di luar zona pengamanan proyek, dan pihaknya telah berulang kali mengingatkan agar kendaraan tidak diparkir di area yang tidak diawasi karena berpotensi menimbulkan masalah, namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

Merasa sangat dirugikan dan tidak terima atas perlakuan tersebut, korban telah melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polsek Selebar dengan membuat Laporan Polisi (LP). Dengan kondisi fisik yang masih kesakitan dan penglihatan yang terganggu, ia memohon kepada penegak hukum agar kasus ini ditindaklanjuti dengan serius, diusut tuntas, dan para pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi keadilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami penyidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan bukti guna mengungkap fakta sejelas-jelasnya. Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di lokasi pembangunan fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi sarana pembentukan karakter, namun justru diwarnai tindakan kekerasan yang merugikan orang tak bersalah. Masyarakat berharap penegakan hukum berjalan tegas dan transparan agar kejadian serupa tidak terulang serta kepercayaan publik terhadap pembangunan daerah tetap terjaga.

Penulis: Kaperwil Provinsi Bengkulu

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles