![]()
Infoberitanasional.com-Bulukumba – Proses penjaringan calon Kepala Dusun (Kadus) Balantieng, Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, menjadi perhatian masyarakat menjelang pelaksanaan tes tertulis yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, di Kantor Camat Rilau Ale.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahapan penjaringan sebelumnya menghasilkan nilai yang sama atau seri antara dua kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi Kepala Dusun Balantieng. Kedua calon tersebut yakni Nurwahida Qurani, S.Ak., M.I.Kom. dengan latar belakang pendidikan Strata Satu (S1) dan Muh. Rusli dengan latar belakang pendidikan Paket C.
Untuk menentukan kandidat terpilih, panitia menjadwalkan tes tertulis yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulukumba sebagai pihak yang menyiapkan materi ujian sekaligus penguji.
Menjelang pelaksanaan tes, sejumlah warga Dusun Balantieng menyuarakan harapan agar seluruh tahapan seleksi berlangsung secara terbuka, profesional, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Selain menyoroti pentingnya transparansi, di tengah masyarakat juga beredar dugaan bahwa salah satu kandidat mendapat dukungan kuat atau merupakan “titipan” dari Kepala Desa Bulolohe bersama mantan Kepala Dusun Balantieng. Dugaan tersebut memicu perbincangan di kalangan warga yang khawatir proses seleksi tidak berjalan sepenuhnya objektif.
Beberapa warga bahkan menilai praktik semacam itu, jika benar terjadi, berpotensi melanggengkan pola pemerintahan yang hanya berputar pada kelompok tertentu atau yang mereka sebut sebagai “dinasti pemerintahan” di tingkat desa. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang dapat mengonfirmasi tudingan tersebut.
“Kami berharap semua pihak yang terlibat tetap netral. Jangan sampai ada keberpihakan kepada salah satu calon. Yang paling penting, soal ujian dan kunci jawaban harus benar-benar dijaga agar tidak bocor kepada siapa pun,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, seleksi yang berjalan jujur dan transparan akan menghasilkan pemimpin dusun yang memiliki legitimasi kuat di tengah masyarakat serta mampu menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik dengan baik.
“Kami ingin hasil yang lahir dari proses yang bersih. Siapa pun yang terpilih nantinya harus benar-benar menang karena kemampuan dan kompetensinya, bukan karena faktor kedekatan, dukungan kelompok tertentu, atau faktor lain di luar mekanisme seleksi,” tambah warga.
Masyarakat Dusun Balantieng berharap pelaksanaan tes tertulis di Kantor Camat Rilau Ale dapat berlangsung lancar, aman, dan diawasi secara ketat oleh panitia maupun pihak terkait. Mereka juga meminta DPMD Kabupaten Bulukumba menjaga independensi dan kerahasiaan materi ujian agar hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta serta dapat diterima seluruh elemen masyarakat tanpa menimbulkan polemik di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bulolohe maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai bentuk keberimbangan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.


