Infoberitanasional.com-BENGKULU UTARA, BERITA UTAMA —9 September 2026 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi, efisiensi rantai pasok lokal, hingga ketepatan penyaluran energi bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha mikro. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan ekosistem inovasi daerah yang terintegrasi di berbagai sektor pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. Dodi Hardinata, S.Sos., MM., menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik di Bengkulu Utara tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan saling menopang dari hulu ke hilir untuk menjawab isu-isu strategis nasional.
*Integrasi Tiga Inovasi Unggulan Daerah*
Mewakili Pemerintah Daerah, Dr. Dodi Hardinata memaparkan tiga pilar inovasi berbasis digital dan penguatan kelembagaan yang kini menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah:
*1. SINDERELLA: Solusi Efisiensi Pendaratan Kapal dan Transparansi Energi Nelayan*
Di sektor kelautan dan perikanan, Dinas Perikanan menghadirkan inovasi SINDERELLA (Digital Barcode Energi Nelayan). Inovasi ini menggabungkan teknologi mekanis mesin derek kapal dengan sistem digitalisasi distribusi BBM bersubsidi.
“Sebelum adanya inovasi ini, proses pendaratan kapal nelayan dilakukan secara manual dan membutuhkan 8 hingga 13 orang. Dengan hadirnya mesin derek SINDERELLA, tenaga pendaratan efisien menjadi 2 sampai 3 orang saja, menekan biaya operasional pendaratan hingga Rp2,4 juta per bulan per kelompok, serta berhasil mencatatkan zero accident,” ujar Dr. Dodi Hardinata
.
Dr. Dodi menambahkan, pengembangan sistem digital barcode pada SINDERELLA memastikan verifikasi penerima dan penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan berjalan tepat sasaran, akuntabel, serta transparan secara real-time.
*2. SIMELATI: Hilirisasi Pangan Olahan Perikanan *
Guna memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor perikanan darat, Dinas Perdagangan meluncurkan SIMELATI (Sentra Industri Kecil dan Menengah UPI Melati). Inovasi ini menerapkan konsep Shared Production Center (Pusat Produksi Bersama) yang dikelola oleh Koperasi Produsen Sentra IKM UPI Melati Mekar Jaya.
“Melalui SIMELATI, para pelaku IKM dapat memanfaatkan fasilitas dan sarana produksi modern yang higienis tanpa harus mengeluarkan biaya modal investasi alat (CAPEX 0%). Produk olahan seperti Nila Fillet dan Abon Ikan diproduksi sesuai standar CPPOB, memiliki legalitas lengkap (NIB, PIRT/BPOM, Halal), dan langsung terhubung ke jaringan rantai pasok B2B seperti unit SPPG dan Koperasi Prabu Center,” jelas Kepala Bapperida.
Langkah hilirisasi ini terbukti mendongkrak omzet penjualan produk olahan secara signifikan dan memperluas jangkauan pemasaran dari tingkat kecamatan hingga antarwilayah.
*3. R-PRONAMO: Hub Promosi Investasi Terpadu & Penjajakan Minat Investasi (LOI)*
Untuk mengakselerasi masuknya investasi dan mendorong pertumbuhan UMKM, Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) mengembangkan R-PRONAMO (Rumah Promosi Penanaman Modal). Platform ini berfungsi sebagai Triple-Helix Promotion Hub yang mengintegrasikan data potensi daerah cross-sectoral ke dalam peta digital interaktif berbasis GIS.
“Melalui R-PRONAMO, kita berfokus pada hasil akhir yang nyata, yaitu terciptanya minat dan komitmen investasi (Letter of Intent/LOI) dari para investor. Platform ini menyajikan Peta Potensi Investasi Siap Tawar yang transparan dan akuntabel. Saat kita tampil di ajang nasional seperti APKASI Otonomi Expo (AOE), calon investor bisa langsung melihat peluang konkrit untuk berinvestasi di Bengkulu Utara sekaligus mendorong kemitraan strategis dengan UMKM lokal,” tegas Dr. Dodi.
*Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah*
Dr. Dodi Hardinata menekankan bahwa ketiga inovasi daerah ini dirancang untuk saling melengkapi. SINDERELLA menjamin kelancaran produksi dan kepastian bahan bakar nelayan di hulu, SIMELATI mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah tinggi di tengah, sementara R-PRONAMO 3.0 membukakan pintu akses investasi, kemitraan, dan legalitas usaha di hilir.
“Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berkomitmen untuk terus merawat dan mengembangkan ekosistem inovasi ini. Fokus utama kita adalah dampak nyata bagi masyarakat: efisiensi biaya usaha, peningkatan pendapatan nelayan dan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, serta terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Dr. Dodi Hardinata.
Pewarta Erwan Damsir kabiro kab Bengkulu utara



