![]()
Bengkulu Tengah, Infoberitanasional.com — Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Sri kuncoro,Kecamatan Pondok Kelapa,Kabupaten Bengkulu Tengah,Provinsi Bengkulu,jadi sorotan publik, memunculkan dugaan korupsi yang sangat memprihatinkan.pembanngunan ini menggunakan anggaran dana desa tahun 2025 sebesar Rp,149, 550.000.dengan volume 350 x 3 meter,namun hasilnya sangat mengecewakan.Dugaan korupsi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Tahun 2025 dan kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran dana desa,
Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa,Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Dugaan penyimpangan anggaran dan kurangnya transparansi semakin kuat dalam Pembangunan Jalan Usaha Tani terendus hanya dengan volume 350 x 3 meter,yang menggunakan anggaran sebesar Rp,149,550,000. diduga dijadikan sebagai tempat ajang mencari keuntungan oleh oknum dan kelompok tertentu,
Pembangunan ini semula diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, namun justru menuai sorotan publik diduga akibat pengerjaan yang terkesan asal-asalan belum selesai dan diduga kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran yang di alokasikan.
Berdasarkan pantauan Tim awak media,pengecekan langsung di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan pembukaan badan jalan dan pengerasan JUT tersebut belum selesai dikerjakan, meskipun di papan merek informasi pekerjaan jelas terpampang menunjukan pembukaan badan jalan dan pengerasan JUT.
Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang berapa anggaran pengerasan yang sudah di alokasikan dan berapa persen yang belum direalisasikan.Dugaan menguat adanya indikasi penyimpangan anggaran dan kurangnya transparansi publik dalam penggunaan anggaran.
Salah seorang warga setempat saat dimintai keterangan terkait pembangunan pembukaan jalan dan pengerasan usaha tani JUT tersebut apakah sudah selesai dikerjakan atau belum karena terlihat bahwa dalam papan merek informasi pekerjaan tahun 2025,kami tidak terlalu faham pak masalah pembukaan badan jalan dan pengerasan jalan usaha tani JUT ini, kalau mau lebih jelasnya langsung tanya sama kepala desa saja,ujar warga,
Tidak berhenti sampai disitu Dengan adanya dugaan temuan di lapangan dalam pekerjaan pembangunan pembukaan badan pengerasan jalan JUT,terlihat fakta dilapangan belum selesai dikerjakan, Tim awak media mencoba untuk konfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut, guna untuk perimbangan dalam pemberitaan, kepada kepala Desa Sri Kuncoro, Melalui Via pesan WhatsApp,pada tanggal,15/12/25, terkait konfirmasi yang disampaikan,
Walaikumsalam, belum selesai dikarenakan dana Tahap 2 kemungkinan besar tidak cair,yang jelas untuk anggaran pengerasan belum cair sanak,jelas kepala desa Sri Kuncoro,
Dengan adanya temuan dugaan kejanggalan potensi indikasi penyimpangan anggaran,agar kiranya pihak berwenang APH dan pihak terkait lainnya dapat segera untuk menginvestigasi di lapangan dan mengambil tindakan tegas terhadap dugaan korupsi ini,juga Masyarakat Desa Sri kuncoro berhak mengetahui bagaimana anggaran desa mereka digunakan.
Pewarta :Sulaidi.S.dan Tim,


