-4.6 C
New York
Jumat, Februari 13, 2026

Buy now

spot_img

Diduga Bermasalah Program Ketahanan Pangan BUMDes Sinar Harapan Desa Tengah Padang Terancam Gagal Dana 179 Juta Tahun 2025 Dipertanyakan,

Infoberitanasional.com-Kab Bengkulu Tengah,  Infoberitanasional.com — Program ketahanan pangan berupa penggemukan ayam dan ternak ayam kampung petelur yang dikelola BUMDes Sinar Harapan Desa Tengah Padang,Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dana 179 juta tahun 2025 diduga bermasalah dan berpotensi mengalami kegagalan,

Pasalnya”berdasarkan keterangan salah seorang warga Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat,yang juga sebagai penjaga kandang ternak ayam kampung petelur,sekaligus merawat dan ayam,mengungkapkan kepada Tim awak media bahwa  program untuk tahap awal penggemukan ayam dan setelah itu barulah di ganti dengan ternak ayam kampung petelur ini milik BUMDes,penggemukan ayam bibit nya kurang lebih 1000 Ekor namun dilaporkan ada juga yang mati paling tinggal sekitar 800 ekor proses penjualan di pasaran 3 Ekor 100 ribu,jangan kan mau untung karena kemaren tidak sebanding dengan pakannya dengan hasil yang didapat,ujarnya,”

“Gimana mau berkembang program ketahanan pangan yang di kelola oleh BUMDES sinar harapan,ternak ayam kampung petelur ini hanya dengan bibit 200 Ekor kurang lebih, gimana mau berkembang,tidak sesuai dengan bibit nya sangat sedikit,apalagi kami sebagai pengelola dan penjaga kandang setiap hari kasih makan dan minum ayam ini sudah hampir 4 bulan tidak ada hasilnya, tambahnya,

Terkait hal tersebut,awak media bersama Bidang Investasi MPN Ormas maju Bersama Bengkulu OMBB,telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Tengah Padang, Arisandi di kantor desa Ruangan kerjanya,Dalam keterangannya,membenarkan bahwa memang benar Program ketahanan pangan BUMDes Sinar Harapan Desa Tengah Padang, awalnya pembuatan kandang dan program penggemukan ayam lalu di lanjutkan dengan ternak ayam kampung petelur, untuk anggaran yang di transfer langsung ke rekening BUMDES sesuai dengan Pagu anggaran, tahun 2025 kurang lebih sekitar 197 juta,langsung saja lihat ke lokasi kandang nya,papar Kades Arisandi,

Lebih lanjut Tim Awak media langsung menuju ke lokasi kandang ternak ayam kampung petelur tersebut yang dikelola oleh BUMDES Sinar Harapan,Setelah tiba di lokasi sangat mengejutkan program ternak ayam kampung petelur tersebut diketahui  dianggarkan pada Tahun,2025 sebesar,Rp197,000.000,dengan program awal penggemukan ayam jumlah bibit diduga 1000 ekor, dinyatakan ada yang mati sekitar 200 ekor,untuk bibit Ayam ternak sekitar 200 ekor, Namun setelah dilakukan analisa harga bibit ayam tersebut diduga untuk bibit lokal harga sekitar,Rp 7,500.per ekor untuk pasaran bibit luar dari Bengkulu, diduga di harga pasaran bibit ayam yang berkualitas sebesar Rp 9000/10.000,per ekor berdasarkan, keterangan dari salah seorang peternak ayam menyampaikan, menilai kondisi bibit hanya 200 ekor dan ayam kampung petelur yang dibeli hanya 200 Ekor di tambah dengan penggemukan 1000 ekor degan semua bibit 1,200 ekor,diduga jika dengan harga bibit harga Rp,9000,per ekor di kali 1200 Ekor dengan jumlah Rp,10,800 000,dan terlihat kondisi fisik bangunan di Pengadaan bibit ayam tersebut diduga tidak sebanding dengan besaran anggaran yang cukup besar mulai dari program penggemukan dan ternak ayam kampung petelur, tersebut sehingga menimbulkan, dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana BUMDes berpotensi mengalami kegagalan,siapa yang bertanggung jawab atas uang negara,

Menyikapi kondisi tersebut,Bidang Investasi Ormas maju bersama Bengkulu,OMBB MPN meminta kepada pemerintah khususnya Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) di tingkat kecamatan maupun kabupaten,agar segera melakukan evaluasi dan audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan program BUMDes tersebut.Langkah ini dinilai penting guna mencegah potensi kerugian negara serta menyelamatkan keberlangsungan program ketahanan pangan desa.

“Dana yang dikelola BUMDes bersumber dari uang negara, sehingga wajib dikelola secara transparan,akuntabel,dan dapat dipertanggungjawabkan kepada  publik,dan masyarakat setempat,’tegas Bidang Investigasi MPN Ormas Maju Bersama Bengkulu OMBB.”

Pihak Ketua pengelola BUMDes  Sinar Harapan Desa Tengah Padang,saat dihubungi Tim awak media, memberikan jawaban resmi terkait konfirmasi yang disampaikan indikasi dugaan permasalahan kegagalan anggaran dalam program penggemukan dan ternak ayam kampung petelur tersebut,

Benar pertama kita  uji coba dulu untuk penggemukan ayam kampung, karena tidak sebanding dengan anggaran pakan yang di keluarkan, maka kita coba lanjutkan dengan ternak ayam kampung petelur, terkait potensi mengalmi gagal dalam program ternak tersebut, memang benar boleh di bilang gagal program penggemukan ayam kemaren, karena belum terlalu menanami sistem teknis pengelolaan,maka kita uji coba dulu untuk ternak ayam kampung petelur, untuk terkait dengan gaji honor warga yang menjaga dan mengurus ternak memang benar belum ada gajinya,karena belum ada hasil nanti di hitung sekali Gus,untuk bibit awal penggemukan ayam kampung sekitar 1000 Ekor namun ada juga yang mati,tinggal sekitar 800 Ekor, dan ternak ayam kampung petelur, bibit nya sekitar 200 ekor,papar ketua BUMDES,

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Pasal 87:BUMDes dikelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas,dan profesionalisme.
Pasal 89: Hasil usaha BUMDes dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Pasal 3 ayat (1): Pengelolaan keuangan negara wajib dilakukan secara tertib, taat peraturan,efisien, ekonomis,transparan,dan bertanggung jawab.Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,Pasal 3: Penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan keuangan negara dapat dikenakan sanksi pidana. ternak ayam kampung petelur yang dikelola BUMDes Sinar Harapan Desa Tengah Padang,Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, diduga bermasalah dan berpotensi mengalami kegagalan,

Pewarta : Sulaidi.S.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles