![]()
Infoberitanasional.com BENGKULU,23 Juni 2026 – Komitmen mencetak lulusan vokasi yang siap kerja kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu dengan SMKN 6 Kota Bengkulu, SMKN 4 Kota Bengkulu, dan SMKN 2 Kota Bengkulu. Program praktik pemeliharaan sepeda motor barang bukti dan barang rampasan negara resmi dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, di lingkungan Kejari Bengkulu.
Program ini memberikan kesempatan kepada siswa jurusan Teknik Sepeda Motor untuk melakukan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan kendaraan roda dua yang menjadi barang bukti maupun barang rampasan negara. Berbagai jenis kerusakan dan merek kendaraan menjadi objek pembelajaran langsung bagi para siswa.
Kegiatan ini melibatkan Kejaksaan Negeri Bengkulu sebagai penyedia sarana praktik, serta siswa dan guru pendamping dari SMKN 6 Kota Bengkulu, SMKN 4 Kota Bengkulu, dan SMKN 2 Kota Bengkulu.Kegiatan berlangsung pada 22 Juni 2026 di area penyimpanan barang bukti Kejaksaan Negeri Bengkulu yang selama ini menjadi tempat penyimpanan kendaraan hasil penanganan perkara.
Keterbatasan jumlah kendaraan praktik di sekolah sering menjadi kendala bagi siswa untuk mengasah keterampilan secara maksimal. Melalui program ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung menghadapi berbagai persoalan teknis yang nyata, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan yang lebih kompleks.Selain meningkatkan kompetensi siswa, program tersebut juga membantu Kejari Bengkulu dalam menjaga kondisi kendaraan barang bukti agar tetap terawat dan memiliki nilai ekonomis yang baik.
Siswa didampingi guru dan pihak Kejari Bengkulu saat melakukan proses identifikasi kerusakan, perawatan berkala, hingga perbaikan kendaraan. Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antar sekolah sehingga para peserta dapat bertukar pengalaman dan pengetahuan teknis.
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu menyampaikan bahwa siswa merupakan aset bangsa yang harus diberi ruang untuk berkembang. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan institusi negara merupakan langkah konkret dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena mampu menjawab keterbatasan fasilitas praktik yang selama ini dihadapi. Mereka berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke bidang-bidang lain yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan dunia pendidikan tidak hanya memberi manfaat bagi kedua belah pihak, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang terampil, profesional, dan siap bersaing di dunia industri.“Dari ruang penyimpanan barang bukti, lahir pengalaman nyata yang membentuk keterampilan dan masa depan siswa SMK.”
Pewarta(tim)


