KOTA BENGKULU, Infoberitanasional.com – Suara lantang penuh emosi dari Yulius,pemegang Surat Perintah Tugas (SPT) lama pengelolaan lahan parkir di kawasan Zona 6 Jalan Belimbing Pasar Panorama,Kota Bengkulu,kini meroket menjadi pembahasan panas yang menyebar kilat di seluruh media sosial.Video keluhan yang menyayat hati itu memancing kemarahan sekaligus simpati luas ribuan warga,lantaran menceritakan nasib pilu warga yang telah puluhan tahun mengabdi menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD),namun kini tempat nafkahnya untuk menghidupi istri dan anak-anak diduga dirampas sepihak tanpa prosedur yang jelas!
Dalam rekaman yang kini viral itu,Yulius secara khusus menyampaikan permohonan yang mendesak dan penuh harap langsung kepada Wali Kota Bengkulu,serta seluruh jajaran pimpinan daerah dan instansi terkait.Ia menegaskan telah puluhan tahun menggantungkan hidupnya di tempat itu, melayani masyarakat dan menunaikan kewajiban setoran setiap bulan dengan tertib tanpa pernah menunggak,namun kini tempat usahanya diduga dikuasai pihak lain dan dijadikan kepentingan pribadi-tanpa ia mendapatkan hak sepeser pun kembali!
“Kami diminta untuk mematuhi setiap aturan yang dibuat oleh BADAN PENDAPATAN DAERAH (BAPENDA) KOTA BENGKULU, namun ironisnya justru pihak Bapenda sendirilah yang diduga dengan sengaja melanggar aturan itu sendiri!” serunya dengan nada gemetar karena emosi.
Ia menyinggung prosedur baku yang seharusnya berlaku: “Dalam aturan yang benar, seharusnya ada tahapan peringatan tertulis berurutan mulai dari SP1,SP2 hingga SP3 sebelum ada pencabutan atau pengalihan hak. Namun kenyataannya,saya diduga hanya diberi pemberitahuan sepihak berupa SP1 saja, tanpa proses yang jelas,tanpa alasan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan!”
Lebih ironis lagi, ceritanya semasa pengelolaan berada di bawah Dinas Perhubungan,segala kelengkapan mulai dari seragam petugas,karcis resmi,hingga administrasi berjalan lancar dan terpenuhi dengan baik.Namun sejak pengalihan wewenang,hal-hal mendasar tersebut justru diduga menjadi sangat sulit didapatkan-seragam tak kunjung ada,karcis tak jelas,dan pengurusan perpanjangan SPT diduga sengaja digantung hingga akhirnya diterbitkan atas nama orang lain!
“Jangan sampai pemerintah menyalahkan kami para petugas parkir kecil ini.Padahal kami lah yang selama ini menegakkan aturan yang ditetapkan, namun justru merekalah yang diduga melanggarnya sendiri demi kepentingan segelintir orang!” tegasnya dengan nada kecewa yang mendalam.
Padahal sebelumnya sempat diminta untuk menunda penyetoran pada bulan pertama kedua,dan ketiga, namun kenyataannya ia tetap menyetorkan PAD pada bulan pertama dan kedua dengan bukti setoran yang lengkap masih tersimpan rapi hingga saat ini.
Melihat kenyataan pahit yang dialaminya,dalam video yang kini menyedot perhatian publik itu,Yulius memohon dengan sangat khusus kepada Wali Kota Bengkulu untuk segera turun tangan memberikan keadilan yang sesungguhnya. Ia meminta agar aturan yang sehat dan adil segera ditegakkan bagi para petugas parkir yang telah lama mengabdi dan tertib menyetor ke kas daerah.
“Saya memohon langsung kepada Bapak Wali Kota Bengkulu,tolong berikan kami keadilan.Hak saya atas tempat mencari nafkah ini segera diperjuangkan kembali dengan cara yang benar,adil,dan transparan.Jangan biarkan kami yang sudah puluhan tahun mengabdi justru menjadi korban permainan oknum dan diduga kehilangan sumber penghidupan keluarga kami,” pungkasnya penuh harap.
Media ini terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak BADAN PENDAPATAN DAERAH (BAPENDA) KOTA BENGKULU maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan tanggapan,klarifikasi,maupun hak jawab demi keberimbangan pemberitaan ini.
Pewarta : Red Kaperwil Bengkulu,


