Infoberitanasional.com-Bingin Kuning,Sebanyak kurang lebih 110 hektar lahan persawahan di Desa Bungin,pungguk pedaro,karang Dapo bawah ,dan karang Dapo atas Kecamatan Bingin Kuning kabupaten Lebong mengalami kekeringan,usai banjir bandang menghantam areal persawahan dibebera kecamatan pada Maret lalu mengakibatkan pendangkalan tertutupnya pembagi air ke area persawahan warga yang melintasi irigasi trokon, ketika tengah akan dimulainya musim tanam padi Indeks Pertanaman (IP) 200 tahun 2026.
Kondisi tersebut membuat ratusan petani terancam gagal tanam dan mempertanyakan fungsi Jaringan Irigasi Air trokon dan pendangkalan pada pembagi air Ketahun yang terletak di wilayah karang Dapo atas.
Hasil pantauan awak media pada Minggu 23/08/2026 ,dibeberapa titik lokasi Hamparan sawah diwilayah Bingin kuning sendiri saat ini tengah kekeringan, perkiraan luas sekitar 700 hektar yang tersebar di wilayah Desa Bungin,Talang leak ,pungguk pedaro,karang Dapo bawah dan sebagian areal persawahan diwilayah karang Dapo atas .
Namun hingga kini masyarakat belum mendapat solusi dari dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan BPBD Kabupaten Lebong .
Akibatnya, lahan sawah yang seharusnya mulai diolah untuk musim tanam justru mengalami kekeringan. Para petani pun belum dapat melakukan pembajakan karena minimnya pasokan air.
Menurut beberapa tokoh masyarakat Desa Bungin diantaranya kepala dusun III desa Bungin almuntaha mengungkapkan selama ini petani mengandalkan irigasi trokon untuk mengairi sawah, Namun memasuki musim kemarau, sumber air semakin terbatas sehingga normalisasi sangat diharapkan itupun terjadi akibat banjir beberapa bulan yang lalu.ungkap almuntaha
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Desa karang Dapo bawah kecamatan Bingin kuning sdr Ramli ,Ia mengaku saat ini kami petani terancam gagal tanam akibat kuranya pasokan air.
“Kami berharap pemerintah terkait bisa sesegera mungkin menurunkan alat untuk normalisasi pendangkalan di wilayah karang Dapo atas ,satu satunya sumber air yang mengalirike sawah masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya Carles warga desa karang Dapo atas juga menjelaskan, seharusnya menjadi awal musim tanam padi IP 200 akhir Agustus, Namun kondisi memasuki musim kemarau membuat kami petani sangat membutuhkan pasokan air trokon agar bisa normal seperti biasanya.imbunya
Jika hulu air trokon dapat beroperasi optimal, sekitar 110 hektar sawah di Desa Bungin dan sekitarnya dapat kembali produktif dengan rata-rata hasil panen mencapai 8 ton gabah per hektar.
Lebih jauh, ia menyebut keberadaan jaringan irigasi tersebut sangat penting karena menyangkut mata pencaharian sekitar 500 kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian di kawasan tersebut.
” Lima Desa yang terdampak berharap normalisasi segera terlaksanan, karena sudah berulang kali gotong royong secara manual namun masih kekurangan air,” ungkapnya.
Karena itu, para petani mendesak pemerintah kabupaten Lebong dan pihak terkait segera menyelesaikan kendala yang menghambat pasokan air trokon tersebut. Tutupnya
Writer ; Kaperwil Bkl


