19.6 C
New York
Selasa, September 22, 2026

Buy now

spot_img

Penuh Haru, Nonton Bareng Film “ISTIMEWA” di Bengkulu Satukan Pejabat Daerah dan Teman Disabilitas.

Infoberitanasional.com-BENGKULU – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Studio Cinema 21 Mega Mall Kota Bengkulu pada Selasa sore (22/9/2026). Puluhan teman-teman penyandang disabilitas dari berbagai perkumpulan di Kota Bengkulu berkumpul bersama untuk menyaksikan pemutaran film terbaru berjudul “ISTIMEWA”.

Acara nonton bareng (nobar) yang dimulai pukul 16.35 WIB ini terasa semakin spesial dengan kehadiran Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, didampingi sang istri, drg. Kernawati Sianturi. Keduanya hadir sebagai undangan kehormatan dan memilih untuk berbaur langsung, duduk berdampingan tanpa sekat dengan para penonton disabilitas sepanjang pemutaran film.

Film “ISTIMEWA” sendiri memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat Bengkulu. Salah satu influencer penyandang disabilitas berbakat asal Kota Bengkulu, Anggi, turut terlibat aktif dalam karya layar lebar yang menguras emosi dan penuh inspirasi ini.

Kisah Perjuangan dan Kasih Sayang Tanpa BatasFilm ini mengangkat kisah menyentuh di sebuah tempat bernama ‘Rumah Istimewa’. Cerita berpusat pada kehidupan lima anak penyandang disabilitas: Aldo (diperankan oleh Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), dan Mul (Mustofa). Mereka hidup bahagia sebagai sebuah keluarga di bawah asuhan Pak Mahendra (diperankan aktor senior Mathias Muchus), sosok ayah yang penuh kasih, serta dibantu oleh Mbak Kinan (Yanni Melwani), seorang sukarelawan yang setia.

Konflik memuncak saat Pak Mahendra divonis mengidap kanker dan memilih pergi secara diam-diam agar anak-anaknya tidak melihat kondisinya yang melemah. Didorong rasa cinta yang besar, kelima anak ini nekat melakukan perjalanan panjang untuk mencari sang ayah.

Di tengah pencarian, mereka bertemu dengan Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) yang kemudian membawa mereka viral di panggung PWO setelah bergabungnya Ella (Salsabila Bella). Perjalanan emosional ini menjadi ujian berat bagi persahabatan dan ketulusan mereka. Meski menghadapi berbagai rintangan, titik cerah akhirnya mempertemukan mereka kembali dengan sang ayah.

Film ini ditutup dengan pesan mendalam: Rumah Istimewa kembali berdiri, namun sebuah kehilangan mengajarkan mereka bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, selain hidup yang terus berjalan melalui kasih dan maaf. Sebuah pertanyaan besar pun diserahkan kepada penonton: Mampukah mereka bertahan menghadapi dunia sebagai sebuah keluarga?

Kegiatan nobar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang inklusif dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bukti nyata dukungan emosional dari jajaran pejabat pemerintah Kota Bengkulu terhadap komunitas disabilitas.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles