![]()
Kab Seluma, Infoberitanasional.com — jadi sorotan publik Pembangunan Kios BUMDES Desa Hargo Binangun yang seharusnya menjadi angin segar untuk masyarakat, namun faktanya ternyata diduga tidak kunjung selesai.Dana Desa (DD) tahun 2025 sebesar Rp 143,juta yang digunakan untuk pembangunan kios desa ini,bersumber dari pengembalian dana tahun sebelumnya dan anggaran tahun 2025.penuh dengan kejanggalan,
Masyarakat desa Hargo Binangun sangat mengharapkan pembangunan kios desa ini dapat selesai dan dimanfaatkan oleh mereka.Namun,faktanya dilapangan, pembangunan kios BUMDES desa ini tidak kunjung selesai.Salah satu warga desa Hargo Binangun yang tidak mau disebutkan nama mengatakan,”Kegiatan Pembangunan Kios Desa tidak selesai dikerjakan, seharusnya selesai di tahun 2025. Silahkan cek disana pak,di depan puskesmas posisinya.”
Tim awak media langsung terjun ke lapangan dan melihat bahwa pembangunan kios desa ini memang belum kunjung selesai.Kemudian, tim media konfirmasi ke tukang di dalam pembangunan kios desa,”Pak kami cuma tukang pelamar pak? Mau lebih jelas langsung aja sama kepala desa,”ujar tukang.
Tidak sampai di situ,Tim awak media,langsung sambangi di kediaman kepala desa pada 28/1/25 dan konfirmasi Terkait,keterlambatan pekerjaan,dan pembangunan gedung seni di tahun 2024/2025, anggaran yang cukup fantastis, dan dijawab Dikarenakan hujan, pekerjaan tersebut tinggal melantai sama pengecatan, kalau tidak ada halangan seminggu lagi,”untuk anggaran pembangunan gedung seni di tahun 2024 Saya lupa,ujar kades Hargo Binangun Tekad.
Namun,jawaban kepala desa Tekad ini sangat tidak mungkin kalau tidak mengetahui terkait anggaran pembangunan gedung tersebut ada apa,?dan hal ini sangat janggal Dengan alasan curah Hujan tidak masuk akal dikarenakan itu bangunan sejenis gedung,? Apakah hujan hanya turun di desa Hargo Binangun saja? Apakah tidak ada hari lain untuk bekerja?”sedangkan setau nya tidak juga sering hujan tanya salah satu warga desa Hargo Binangun.
Masyarakat desa Hargo Binangun berharap agar pihak terkait yang berwenang dan pihak terkait lainnya memeriksa administrasi dan kejanggalan di desa Hargo Binangun. “Seharusnya Pembangunan Kios Desa tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa Hargo Binangun,”masai banyak dugaan kejanggalan lainnya terkait kegiatan pembangunan yang ada seperti tugu depan balai seni itu sangat tidak masuk akal anggaran cukup besar,harap salah satu warga.yang enggan disebut namanya,”
Keterlambatan pembangunan kios desa ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apakah ada unsur kesengajaan dalam keterlambatan ini? Apakah ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari dana desa ini?
Kami berharap agar pihak terkait dapat segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam keterlambatan pembangunan kios desa ini.
Pewarta: Red Kaperwil Bengkulu,


