21.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026

Buy now

spot_img

Pagar SPAM Cobema Bengkulu Diduga Ambruk Menimpa Rumah Warga, Mutu dan Kualitas Proyek Tahun 2025 Dipertanyakan

Kota Bengkulu,  Infoberitanasional.com – Sebuah bangunan pagar pengaman atau dikenal sebagai pagar spam di kawasan Cobema,yang berlokasi di Kelurahan pekan Sabtu,kecamatan Selebar Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu,diduga ambruk menimpa beberapa rumah warga setempat,Kejadian ini menimbulkan keprihatinan sekaligus pertanyaan besar yang menggema di masyarakat,mengingat bangunan tersebut masih tergolong baru namun sudah rubuh,padahal dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.

Peristiwa ambruknya pagar spam Cobema tersebut terjadi tepatnya di area kawasan Cobema, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar,Kota Bengkulu.Berdasarkan pantauan di lokasi,struktur bangunan pagar yang terbuat dari beton dan besi itu tampak rubuh total dan sebagian diduga telah menimpa area rumah warga serta jalan akses warga.Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan jiwa dan harta benda.

Pembangunan pagar di area SPAM Cobema ini diketahui dilaksanakan pada tahun 2025 lalu. Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur vital yang dibiayai melalui APBD Provinsi Bengkulu dengan nilai yang mencapai miliaran rupiah, Pembangunan ini tentunya ditujukan untuk memberikan perlindungan dan keamanan maksimal bagi lingkungan sekitar serta diharapkan memiliki ketahanan bangunan yang kokoh dan awet puluhan tahun.

Mutu dan Kualitas Jadi Sorotan Tajam Publik apa yang terjadi kini menjadi tanda tanya besar, bagaimana mungkin sebuah bangunan yang baru dibangun tahun lalu dan menghabiskan anggaran fantastis bisa ambruk dalam waktu yang relatif singkat? Hal ini memicu spekulasi dan pertanyaan serius mengenai mutu material yang digunakan serta kualitas pengerjaan proyek tersebut.dan diduga minim pengawasan,dengan demikian Masyarakat berharap ada penjelasan yang jelas terkait penyebab keruntuhan ini, apakah murni karena faktor alam atau memang diduga kuat adanya indikasi penyimpangan atau ketidaksesuaian standar dalam proses pembangunan.

Salah seorang warga yang terdampak mengatakan saat dimintai keterangan, akibat ambruknya pagar ini,rumah warga yang berada di sekitar ini mengalami banjir dan juga tertimpa puing pagar yang runtuh,serta akses jalan warga sempat terganggu dan dikhawatirkan dapat membahayakan penghuni rumah di sekitarnya.”Ini kebetulan tiga hari lalu sudah dibersihkan oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.Untuk bangunan pagar ini kalau tidak salah dibangun tahun 2025 lalu,” ujarnya.

Hasil investigasi Tim awak media di lapangan pada 9/4/26,menemukan fakta yang cukup mencengangkan.Terlihat pada jarak pembesian kolom praktis dan ring balok,seharusnya jarak cincin adalah 15 cm,namun hasil temuan di lapangan diduga dengan jaraknya mencapai 20-22 cm secara bervariasi, Apalagi jarak cincin untuk ring balok diduga jaraknya hampir sama dengan jarak cincin kolom praktis yakni 20-22 cm,yang disinyalir jauh dari standar keamanan struktur.

Selain itu,suling pembuangan air untuk peresapan seharusnya dipasang dengan jarak 0,50 meter sampai 1 meter,agar peresapan pembuangan air bisa lancar.Pipa yang digunakan untuk suling peresapan seharusnya menggunakan pipa diameter 2 inci,namun diduga yang digunakan justru lebih kecil sehingga diduga tidak mampu untuk menahan debit air yang sangat besar.

Bagaimana tidak,selain itu juga terlihat posisi pondasi di lapangan diduga menggantung,yang menjadi potensi kuat menimbulkan amblasan hingga akhirnya ambruk total.

Hingga berita ini diturunkan,tim media masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengenai penyebab pasti kejadian dan rencana tindak lanjut perbaikan maupun evaluasi proyek.

Masyarakat dan berbagai pihak menuntut agar insiden ini tidak dibiarkan begitu saja.Diperlukan evaluasi menyeluruh dan audit teknis untuk mengetahui akar permasalahan,serta memastikan bahwa anggaran negara yang digunakan telah memberikan hasil yang sesuai dengan standar dan harapan.Jangan sampai investasi uang negara miliaran rupiah hanya menjadi sia-sia dan justru mendatangkan kerugian serta bahaya bagi warga.

Pewarta : Red Kaperwil Provinsi Bengkulu

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles