![]()
Infoberitanasional.com-GOWA – Di tengah berbagai isu yang berkembang terkait aktivitas penataan lahan di Desa Julu Pa’mai, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, sejumlah warga, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda setempat menyampaikan pandangan berbeda berdasarkan kondisi yang mereka alami secara langsung di lapangan.
Sebagian warga menilai aktivitas penataan lahan yang dilakukan oleh pengusaha lokal, H. Baharuddin Dg Ampang, telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kawasan yang sebelumnya didominasi batuan cadas dan tanah kapur yang dinilai kurang produktif, kini mulai dimanfaatkan sebagai area yang memiliki nilai guna sosial bagi warga sekitar.
Tokoh masyarakat Desa Julu Pa’mai, Yunus Dg Ngemba, mengatakan dirinya tidak pernah merasakan dampak yang meresahkan selama aktivitas penataan lahan berlangsung.
“Saya tinggal di sekitar lokasi dan sampai hari ini tidak pernah merasakan adanya dampak yang meresahkan masyarakat. Aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama dan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi kami. Justru yang kami lihat banyak manfaat yang dirasakan warga,” ujar Yunus kepada wartawan.
Menurut Yunus, sebelum dilakukan penataan, kawasan tersebut merupakan lahan yang sulit dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi tanah yang didominasi batuan keras dan tanah kapur.
Kini, lanjutnya, area tersebut telah dimanfaatkan sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.
“Selama ini fasilitas seperti itu sangat terbatas. Dengan adanya lokasi yang sudah ditata, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk kegiatan bersama. Itu yang kami rasakan secara langsung,” Pungkasnya.
Pandangan serupa disampaikan Takbir, tokoh pemuda Desa Julu Pa’mai.
Menurutnya, berbagai tudingan yang berkembang di ruang publik sebaiknya dikaji berdasarkan fakta serta kondisi nyata yang ada di lapangan.
“Yang dilakukan adalah penataan lahan. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan yang kurang produktif karena didominasi batuan dan tanah cadas. Setelah ditata, harapannya dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” kata Takbir.
Ia menjelaskan bahwa penataan kawasan tersebut juga bertujuan menghadirkan fasilitas umum yang selama ini masih terbatas di desa.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan lapangan dan ruang terbuka yang representatif guna mendukung berbagai kegiatan olahraga, sosial, budaya, maupun keagamaan.
Takbir mencontohkan pemanfaatan kawasan tersebut saat pelaksanaan Salat Idul Adha yang dihadiri masyarakat dari dua desa sebagai bukti fungsi sosial area yang telah ditata.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, aktivitas yang dilakukan telah memenuhi berbagai aspek administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setahu kami, aspek hukum, perizinan, tata ruang, dan lingkungan hidup telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Meski demikian, Takbir menegaskan bahwa seluruh aktivitas pembangunan maupun penataan kawasan harus tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku dan berada dalam pengawasan instansi berwenang.
Apresiasi juga datang dari Rahmayadi, Ketua LSM FAAM Sulawesi Selatan. Menurutnya, manfaat pembangunan yang dilakukan di kawasan tersebut mulai dirasakan masyarakat, termasuk saat pelaksanaan Salat Idul Adha beberapa waktu lalu.
“Kami selaku masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Julu Pa’mai sangat terbantu. Ada nilai tersendiri yang kami rasakan karena kawasan ini mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, muncul peluang kerja baru bagi warga yang ada di sekitar lokasi,” ungkap Rahmayadi.
Ia berharap aktivitas pembangunan yang memberikan dampak positif terhadap masyarakat dapat terus berlanjut.
“Harapan kami ke depan kegiatan seperti ini bisa terus berjalan karena peluang kerja bagi masyarakat semakin bertambah dan manfaatnya sudah mulai dirasakan,” tambahnya.
Komitmen Bangun Infrastruktur dan Sarana Umum. Sementara itu, H. Baharuddin Dg Ampang saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa dirinya sebagai putra daerah memiliki cita-cita untuk melihat Desa Julu Pa’mai menjadi desa yang maju dan berkembang.
Menurutnya, salah satu bentuk kontribusi yang ingin diwujudkan adalah pembangunan sarana umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
“Keinginan saya sederhana, bagaimana desa tempat saya lahir dan tinggal bisa berkembang. Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah membangun sarana umum seperti lapangan, fasilitas peribadatan, dan infrastruktur yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Baharuddin juga mengaku berencana membangun akses jalan yang menghubungkan satu desa dengan desa lainnya menggunakan pembiayaan pribadi.
“Kami ingin membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dengan membangun infrastruktur jalan menggunakan anggaran sendiri agar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat semakin berkembang,” katanya.
Di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai aktivitas tersebut, masyarakat Desa Julu Pa’mai berharap setiap penilaian maupun tudingan dapat diverifikasi secara objektif oleh pihak terkait.
Mereka menilai setiap informasi yang berkembang sebaiknya diuji berdasarkan fakta lapangan dan hasil verifikasi dari instansi berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Narasumber:
H. Baharuddin Dg Ampang – Pengusaha // Putra Daerah Desa Julu Pa’mai./Arifin


