8.7 C
New York
Minggu, November 8, 2026

Buy now

spot_img

Dua Kegiatan Dana Desa Gajah Mati Tahun 2026 Dipertanyakan, Rabat Beton Diduga Baru Selesai Sudah Retak,

Bengkulu Tengah,// Infoberitanasional.com – Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di Desa Gajah Mati,Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah,provinsi Bengkulu, kembali menjadi sorotan publik. Dua pekerjaan pembangunan di Dusun 2 dengan total anggaran lebih dari Rp105 Juta dinilai memunculkan sejumlah pertanyaan setelah adanya peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat,30 Oktober 2026.

Kedua pekerjaan tersebut yakni Pembangunan Pelapis Tebing senilai,Rp31.801.800 atas nama pelaksana Rocky Susyanto,serta Pembangunan Rabat Beton senilai,Rp73.811.000 atas nama pelaksana Septiana.Peninjauan lokasi dilakukan awak media bersama Tim Investigasi Lembaga BSKN RI Provinsi Bengkulu guna melihat kondisi fisik pekerjaan sekaligus meminta keterangan kepada para pelaksana kegiatan juga sebagai perangkat desa Aktif.

Berdasarkan keterangan Rocky Susyanto melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama,pelapis tebing berukuran panjang 30 meter,tinggi 1 meter,lebar bawah 40 sentimeter dan lebar atas 30 sentimeter, dengan biaya upah tukang sekitar Rp10 Juta, jelasnya,

Sementara itu,Septiana menyampaikan saat di mintai keterangan di kediaman nya di hari yang sama,terkait ketebalan dan Hok pekerja, untuk biaya upah pekerja rabat beton sepanjang 100 meter dan lebar 3 meter sekitar Rp18 Juta,dengan ketebalan 15 sentimeter.ungkapnya,

Dari keterangan ke 2 pelaksanaan tersebut,muncul pertanyaan publik terkait kewajaran nilai anggaran kedua pekerjaan.Untuk pelapis tebing diduga dengan volume fisik sekitar 10,5 m³, nilai upah tukang diduga sebesar Rp10 Juta dinilai tidak sebanding,adanya dugaan penggelembungan anggaran upah pekerja.bagai mana tidak setelah di ketahui pelaksana kegiatan  keduanya adalah perangkat desa aktif,potensi dugaan penyimpangan semakin meguat,

Sedangkan untuk rabat beton dengan volume diduga sekitar 45 m³, harga per meter larinya mencapai,Rp738.110,selisih dibandingkan harga pasar wilayah Bengkulu Tengah yang berkisar Rp550 Ribu per meter lari diduga mencapai lebih dari Rp18 Juta untuk keseluruhan panjang 100 meter.

Kondisi fisik rabat beton juga menjadi perhatian utama.Pekerjaan yang diduga baru selesai dikerjakan dan belum diserahterimakan terlihat mengalami retak serta patah memanjang di beberapa titik lokasi.Muncul dugaan retakan tersebut disebabkan spesifikasi mutu beton tidak sesuai RAB,pemadatan kurang maksimal,maupun proses perawatan beton yang diabaikan.Padahal rabat beton setebal 15 sentimeter seharusnya tidak mudah retak dalam waktu singkat apabila pengerjaan dan spesifikasi bahan sesuai standar teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta keterangan rinci kepada Kepala Desa Gajah Mati serta pihak Kecamatan Semidang Lagan terkait rincian anggaran, spesifikasi teknis pekerjaan, mutu beton yang digunakan, dan jadwal serah terima kedua kegiatan tersebut guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan koreksi bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang‑Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Seluruh temuan dalam berita ini masih bersifat dugaan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari instansi berwenang sebelum dinyatakan sebagai fakta yang terbukti.

Redaksi berharap instansi terkait di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memverifikasi kewajaran biaya pekerjaan sekaligus memeriksa mutu rabat beton tersebut demi menjaga transparansi serta akuntabilitas Dana Desa untuk masyarakat Desa Gajah Mati,

Pewarta : Kaperwil Bengkulu,

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles