-4.6 C
New York
Jumat, Februari 13, 2026

Buy now

spot_img

Dugaan Ada Unsur Kejanggalan Dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan WC Desa Lubuk Penyamun Anggaran Dana Dak Tahun 2025 Jadi Sorotan Publik Terindikasi Korupsi Berjamaah,

Kab Kepahiang,  Infoberitanasional.com  — Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang,Provinsi Bengkulu,menuai sorotan publik Tertuju pada proyek pembangunan WC tahun 2025 diduga kurang pengawasan dan kurangnya transparan terindikasi terjadi kongkalikong dan penggelembungan anggaran,sumber dari anggaran dana (DAK) tahun 2025, menelan biaya tidak sedikit mencapai sebesar Rp 267 juta sebanyak 25 unit.

Menurut keterangan Kades lubuk penyamun oleh Tim awak media,pada hari Rabu (7/1/ 26), dikediamannya, mengatakan bahwa ia hanya pengawasan untuk pekerjaan itu pelaksana adalah ketua kelompok KSM untuk Anggaran per unitnya Saya kurang paham, untuk lebih jelasnya hubungi ketua KSM yang lebih memahami,desa hanya sebagai pengawasan, program ini bantuan dari pemerintah melalui Dinas PUPR Kepahiang, Kabupaten Kepahiang,data warga yang diajukan pada tahun 2024 di kerjakan 2025.

Namun walaupun sudah memasuki tahun 2026 semua hampir sudah selesai tinggal ada beberapa titik yang belum pemasangan tengki Septic teng dan Viva Pralon,di berapa unit lagi yang belum selesai, terkait HOK,tukang bervariasi Rp 125 ribu kenek 100 ribu untuk pekerjaan diduga kurang lebih 5 hari selesai,untuk volume bangunan ketinggian 2,meter lebih X lebar 1.30 meter,kalau seperti tangki Viber Septic Teng,Viva Pralon dan lainnya itu dari Dinas PUPR kabupaten Kepahiang,berhubung di Bengkulu tidak ada yang Jual,untuk lebih jelasnya langsung hubungi ketua KSM dan pendamping dari kementerian yang bernama pak Teguh,kalau tidak salah tinggal nya di Bengkulu yang sering datang ke lokasi proyek pembangunan WC bantuan ini,terkait dengan waktu kontrak mulai dan berakhir saya tidak mengetahui,”ujar Kades lubuk Penyamun.

Tidak berhenti sampai disitu,lebih lanjut Tim awak media kembali Mencoba Konfirmasi kepada Ketua KSM Desa lubuk penyamun, juga sebagai pelaksana terkait kegiatan proyek pembangunan WC bantuan dari pemerintah melalui Dinas PUPR,demi perimbangan dalam pemberitaan juga Tim awak media juga secara langsung turun ke desa lubuk penyamun pada hari Rabu (7/1/2026)

Namun disayangkan Ketua KSM desa Lubuk Penyamun,sedang tidak berada di tempat,demi berimbangan dalam pemberitaan, lebih lanjut konfirmasi melalui Via telpon dan pesan WhatsApp  (9/1/2026),nomor kontak telepon yang di berikan oleh kepala desa Lubuk Penyamun, tujuan untuk konfirmasi terkait kegiatan proyek pembangunan WC, diduga tidak transparan tidak terlihat papan informasi proyek dilokasi pembangunan tersebuut dan juga untuk anggaran yang terserap per unit nya,terlihat kondisi fisik bangunan WC tersebut sangat memperihatinkan, Diduga Tidak sebanding dengan anggaran yang di alokasikan,anggaran dana Dak tahun 2025,di tahun 2026 pekerjaan tersebut diduga tak kunjung selesai 100 persen, ada apa dengan proyek pembangunan WC tersebut terindikasi adanya dugaan permainan waktu kontrak dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, bahkan di beberapa titik seperti Septic teng dan Viva Pralon belum terpasang dengan volume tersebut anggaran puluhan juta rupiah per titik/unit,diduga sangat tidak masuk akal, apa lagi matrial seperti pasir,Viva paralon kelihatan diduga bukan standar SNI,dan koral yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spek dan juga ada dugaan pengelembungan ( Rab anggaran ) demi untuk meraup keuntungan lebih besar oleh oknum Ketua Kelompok.

Lebih lanjut Tim Awak media mencoba untuk menghubungi pendamping dan juga sebagai pengawasan dari kementerian dengan Nomor kontak yang di berikan oleh Kepala desa lubuk Penyamun,yang bernama Teguh, namun sangat mengejutkan jawaban dari konferensi Tim awak media yang di sampaikan, terhadap Nomor telepon tersebut bukan nya memberikan keterangan yang diharapkan demi berimbang dalam pemberitaan, namun lain halnya terkait pengawasan kegiatan proyek pembangunan WC yang diduga pekerjaan belum juga selesai di tahun 2026,

Pekerjaan proyek pembangunan WC di desa lubuk penyamun,ironisnya malah seolah diduga tidak mengetahui dan tidak merespon terkait kegiatan proyek pembangunan WC, konfirmasi yang disampaikan, bahkan Dengan membalas melalui pesan WhatsApp bahasa yang diduga tidak pantas seperti,dengan bahasa anda siapa dapat nomor saya dari mana,mana kartu anggota anda, singkat pemilik nomor kontak yang diberikan oleh kepala desa lubuk penyamun,masih misteri.

Demi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait nomor kontak yang diberikan oleh kepala desa lubuk penyamun,Tim kembali menghubungi kepala desa lubuk penyamun,Via jaringan telpon WhatsApp,tanggal (9/1/2026),ia menjelaskan itulah nomor pak Teguh, tidak ada yang lain pak,kalau di grup itu nomor nya,” ujarnya.

Ketua KSM dan sebagai pelaksana kegiatan proyek pembangunan WC bantuan pemerintah tersebut,saat di hubungi Tim awak media tujuan untuk konfirmasi terkait kegiatan proyek pembangunan WC, melalui Via pesan WhatsApp untuk konfirmasi berapa anggaran untuk per unit nya dan anggaran pengadaan barang seperti Septic teng dan Viva Pralon tersebut,Belum memberikan jawaban dan klarifikasi.

Diharapkan agar kiranya APH,dan pihak terkait lainnya,terkhusus Inspektorat Kepahiang,Kejari Kepahiang dan Polres Kepahiang, dapat melakukan investasi langsung ke lapangan dan audit terhadap pekerjaan proyek pembangunan WC di Desa Lubuk Penyamun.Oknum yang terlibat dalam dugaan korupsi ini jika ditemukan adanya penyimpangan anggaran dapat di proses sesuai dengan hukum dan undang-undang tidak pidana korupsi yang berlaku.

Pewarta : Sulaidi.S.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles