![]()
Beengkulu Kabupaten Lebong, Infoberitanasional.com — Proyek Pembangunan Mck Sanitasi dan pengadaan tengki septik tank 11 desa di wilayah Kabupaten Lebong,anggaran DAk 2025 mencapai miliaran rupiah diduga menjadi proyek besar bagi sang pemangku kebijakan.Salah satu desa yang mendapatkan bantuan program sanitasi pembangunan Mck di desa Bioa Sengok Kecamatan Rimbo pengadang,yang menggunakan dana DAK tahun 2025 di kelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Pembangunan MCK tersebut diduga menghabiskan dana sebesar 10 juta lebih untuk per unit,namun bangunan tersebut sangat sederhana dengan dimensi volume 1,30 m x 1,25 m,memiliki luas 1,625 m².Selain itu, pengadaan tangki septik tank dengan harga mencapai Rp 4,700,000 per buah sangat tidak masuk akal diduga Mark Up harga satuan Pengadaan tersebut melalui Dinas PUPR Kabupaten Lebong.
Menurut informasi yang di himpun oleh Tim awak media dan anggota bidang Investigasi MPN Ormas OMBB di salah satu desa, spesifikasi teknis tangki septik tank diduga Harga yang terlalu mahal dibandingkan harga pasar sangat tidak masuk akal terindikasi terjadi Mark up harga satuan.Analisa Dugaan Mark up pengadaan Tangki septik tank individual dengan kapasitas hanya 1000 liter,biasanya berbahan fiber dan harga yang di alokasikan oleh Kelompok KSM ke pihak Rekanan perusahaan diduga telah di tetapkan Oleh pihak Dinas PUPR Lebong jauh lebih besar dari standar harga pasar terindikasi Mark Up.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM Bioa Sengok Hebat) desa Bioa Sengok,Kecamatan Rimbo pengdang, kabupaten Lebong, memaparkan saat dimintai keterangan dikediaman nya pada hari Selasa 16/2/26,bahwa untuk pengadaan barang seperti tangki septik tank memang benar melalui Dinas PUPR Lebong seperti tangki Septik Tank penyediaan nya, untuk pembayaran langsung di potong langsung dari anggaran untuk pembayaran sistem di transfer ke pihak Rekanan dari perusahaan, sesuai harga 1 septik tank sampai lokasi di desa Bioa Sengok diangka Rp 4,700,000 tanpa ada tambahan seperti Pralon dan lainya,Pralon kami beli sendiri luar dari harga tersebut anggaran pembangunan Mck hanya,Rp,10,300,000.anggaran keseluruhan mencapai 15 juta per unit sebanyak 25 Unit menjadi 375 juta totalnya seperti itu lah kondisi fisik bangunan WC nya.
Tim awak media telah mencoba konfirmasi kepada pihak Dinas PUPR, PLT Kadis,dan PPTK,TPL juga kepala desa Biao Sengok,melalui via pesan WhatsApp, meminta hak jawab dan klarifikasi juga sanggahan atau keterangan yang sebenar-benarnya. Terkait konfirmasi yang disampaikan namun tidak memberikan hak jawab,saat awak media mencoba konfirmasi tentang kegiatan proyek tersebut.
OMBB Bidang Investigasi MPN Bengkulu,Sulaidi.S menambahkan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan membuat surat laporan Resmi untuk kepada pihak aparat penegak hukum,meminta audit terhadap proyek pembangunan sanitasi pembuatan Mck dan pengadaan tengki septik tank di Desa Bioa Sengok ini.yang diduga terjadi nya penyimpangan dan di beberapa desa lainnya dengan total 11 desa,Kami berharap agar pihak aparat penegak hukum APH,dan pihak terkait lainnya dapat segera mengaudit semua pekerjaan yang di kerjakan oleh KSM yang melalui dana DAK melalui dinas PUPR Kabupaten Lebong tahun anggaran DAk 2025,jika ditemukan ada indikasi dugaan penyalahgunaan uang negara maka kami harap agar di tindak tegas secara transparan dan akuntabel sesuai dengan Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001.
Dugaan korupsi ini sangat memprihatinkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.Oleh karena itu,kami berharap agar pemerintah kabupaten Lebong dan inspektorat juga Kejari kabupaten Lebong, agar melakukan investigasi dan audit terhadap proyek pembangunan sanitasi pembuatan WC dan pengadaan tengki septik tank Mck di Desa Bioa Sengok ini dan beberapa desa lainnya dengan total 11 desa.
Pewarta : Red Kaperwil Bengkulu,


