5.3 C
New York
Senin, Oktober 26, 2026

Buy now

spot_img

Kebakaran Hebat di Bermani Ulu Rejang Lebong Hanguskan Dua Rumah, Satu Lansia Meninggal Dunia

Infoberitanasional.com-REJANG LEBONG – Nasib naas menimpa warga Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Peristiwa kebakaran hebat melanda pemukiman warga pada Senin (26/10/2026) dini hari. Insiden tragis ini menghanguskan dua unit rumah semi permanen milik warga setempat serta merenggut satu korban jiwa seorang lanjut usia (lansia).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Utima (71), seorang petani setempat yang merupakan istri dari Batul (75). Sementara itu, total kerugian material akibat amukan si jago merah dalam taksiran sementara ini diperkirakan mencapai Rp 220 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun, kobaran api bermula mendadak di salah satu rumah warga saat sebagian besar penghuni sedang beristirahat. Kepala Desa Tebat Tenong Dalam, Ahmadi, yang mengetahui insiden tersebut segera menghubungi pihak petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan darurat.

Sembari menunggu tim evakuasi tiba, Kepala Desa bersama para perangkat desa dan warga sekitar langsung berdatangan bahu-membahu mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, tim Pemadam Kebakaran Pos Bermani Ulu tiba di lokasi dengan mengerahkan 1 unit armada mobil pemadam bernomor polisi BD 8021 KY.

Proses pemadaman ini turut dibantu oleh personel Kepolisian Sektor (Polsek) setempat beserta masyarakat yang kompak melokalisir perambatan api. Berkat respons cepat petugas dan dukungan dari berbagai pihak, situasi di lokasi kejadian akhirnya berhasil dikendalikan. Tepat pada pukul 02.15 WIB dini hari, kondisi dinyatakan aman dan memasuki status hijau.

Berdasarkan laporan sementara, amukan api melahap habis dua buah rumah semi permanen milik warga berprofesi petani. Rumah pertama milik Batul (75) hangus total dengan taksiran kerugian mencapai Rp 100 juta. Istrinya, Utima (71), ditemukan meninggal dunia akibat terjebak di dalam kobaran api. Kehilangan ini menyisakan duka yang mendalam bagi pihak keluarga dan warga sekitar. Sementara itu, rumah kedua milik Maddin (69) juga ikut terbakar hebat dengan perkiraan kerugian material mencapai Rp 120 juta.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kemunculan api yang memicu kebakaran maut tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang dan kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta sumber awal api. Setelah situasi dipastikan kondusif, petugas pemadam pun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan pemadaman sebelum kembali ke pos masing-masing.

Atas kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya pada malam hingga dini hari. Warga diharapkan selalu memeriksa keamanan instalasi listrik di rumah secara berkala, memastikan sumber api maupun kompor telah padam sebelum tidur, serta segera melaporkan ke pihak berwajib apabila mendapati tanda-tanda mencurigakan terkait indikasi kebakaran.
(Sumber: Sariyem Sumantri /

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles