![]()
KOTA BENGKULU, InfoberitaNasional.com – Kondisi jalan lingkungan yang berada di wilayah RT 09 RW 07, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, hingga saat ini masih menjadi sorotan dan keluhan mendalam dari masyarakat setempat. Jalan yang menjadi akses utama dan urat nadi kehidupan warga sehari-hari ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, penuh dengan lubang dan kerusakan parah. Apalagi ketika turun hujan, jalanan tersebut berubah menjadi berlumpur, becek, dan sangat licin, yang tentu saja sangat menyulitkan mobilitas serta membahayakan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Ironisnya, meski kondisi sudah memprihatinkan demikian, hingga saat ini diduga belum mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius serta maksimal dari Pemerintah Kota Bengkulu melalui dinas terkait.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh,upaya untuk memperjuangkan perbaikan jalan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Warga menegaskan bahwa pihaknya sudah pernah menyampaikan permohonan secara resmi hingga mengajukan proposal terkait peningkatan kualitas jalan tersebut.
“Kami warga hanya meminta hak yang sama dan perlakuan yang adil. Kami hanya berharap mendapatkan jalan yang layak,sebagaimana perbaikan dan peningkatan jalan yang sudah terealisasi dengan bagus di lingkungan-lingkungan lainnya.Kenapa di tempat kami ini seolah terabaikan?”ujar salah satu warga dengan nada kecewa namun tetap berharap ada solusi.
Diketahui pula,kepedulian pemerintah sebenarnya sempat terlihat.Menurut informasi,kondisi jalan ini sudah disurvei,diukur,dan ditinjau langsung oleh petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bengkulu sejak akhir tahun 2024 lalu.Saat itu, ada harapan besar dan informasi bahwa jalan tersebut akan segera ditingkatkan atau diperbaiki.
Namun sayang,waktu terus bergulir hingga kini sudah memasuki tahun 2026,realisasi fisik perbaikan disinyalir masih belum terlihat sama sekali. Janji manis yang disampaikan dahulu seolah hanya tinggal wacana,sementara warga terus menerus menderita melintasi jalan yang rusak tersebut setiap harinya.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait prioritas pembangunan dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.Warga melihat bahwa saat ini Pemerintah Kota Bengkulu sedang gencar-gencarnya melaksanakan berbagai program besar dan megah yang menyerap anggaran dengan nilai fantastis.
“Kami melihat banyak program besar-besaran sedang dan sudah berjalan.Namun ironisnya, jalan lingkungan yang sangat kami butuhkan dan kami lalui setiap hari justru diduga belum tersentuh perhatian.Padahal jika bicara soal biaya,nilai yang dibutuhkan untuk meningkatkan jalan kami ini diperkirakan hanya berada di angka ratusan juta rupiah,”ungkap warga.
Lebih jauh warga menyoroti perbandingan yang cukup mencolok. “Sebagai contoh,salah satu proyek strategis seperti Belungguk Point diketahui menyerap anggaran APBD mencapai belasan miliar rupiah. Sangat disayangkan,jika anggaran sebesar itu mampu digelontorkan untuk satu titik proyek, sementara jalan rakyat yang nilainya jauh lebih kecil justru terabaikan. Seharusnya dengan kemampuan keuangan daerah yang ada, perbaikan jalan lingkungan seperti ini bukanlah hal yang sulit untuk direalisasikan dan bukan menjadi masalah besar,” tambahnya.
Harapan dan Penutup
Masyarakat berharap agar keluhan dan aspirasi ini bisa didengar dan segera ditindaklanjuti.Jangan sampai jalan yang menjadi kebutuhan dasar dibiarkan rusak terus menerus, sementara kemampuan anggaran untuk memperbaikinya dinilai sangat memungkinkan.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada tanggapan maupun keterangan resmi yang bisa dihimpun dari pihak DPUPR ataupun Pemerintah Kota Bengkulu terkait keluhan dan pertanyaan yang disampaikan oleh warga tersebut.
Pewarta : Kaperwil Provinsi Bengkulu,


