![]()
Bengkulu Utara -infobetanasional.com-Kisah memilukan seorang laki-laki yang hidup seorang diri hanya berteman kan sepasang tongkat dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan,(22/4/2026)
As (61) warga desa kalbang kecamatan lais kabupaten bengkulu utara provinsi bengkulu ini, sudah lama mengalami cacat permanen hingga tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Laki-laki yang menderita cacat permanen ini, terpaksa harus menelan pil pahit karena selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan sosial sama sekali dari pemerintah desa maupun dari pemerintah daerah.
Sementara itu, di saat yang sama, orang-orang yang terlihat sehat walafiat, bahkan tampak mampu dengan perhiasan emas di tangan dan penampilan yang rapi, justru berduyun-duyun datang ke kantor desa untuk mengambil bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Kisah pilu ini dialami oleh seorang duda yang tinggal sendirian. Tubuhnya yang tidak sempurna membuatnya tidak mampu bekerja mencari nafkah.
Hidupnya kini hanya bergantung sepenuhnya pada uluran tangan sanak saudara dan kerabat dekatnya.
Sungguh ironis, saat orang lain dengan mudah membawa pulang dua karung beras dan empat bungkus besar minyak sayur, ia hanya bisa memandang dari kejauhan dengan perasaan yang tak karuan.
Ketika ditanya alasan mengapa namanya tidak pernah masuk dalam daftar penerima bantuan, jawaban yang diterima justru semakin membuat perih.
“Jangan kan orang lain, mertua saya saja tidak dapat bantuan, ”begitu kira-kira jawaban yang disampaikan oleh kepala desa seperti dituturkan oleh salah satu warga yang tidak mau dipublikasikan.
Pernyataan tersebut seolah menjadi jawaban yang menutup segala harapan. Padahal kondisi pria ini sangat membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Anak-anaknya pun belum bisa membantu secara maksimal karena kondisi ekonomi mereka sendiri juga kekurangan dan serba keterbatasan.
Keadaan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. dimana letak keadilan? Mengapa yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan, sementara yang mampu justru lebih dulu mendapatkan jatah bantuan.
Semoga kisah pilu ini bisa menyentuh hati para Darmawan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari saudara kita ini. Jangan biarkan mereka yang benar-benar lemah dan membutuhkan terus terlupakan dan menderita dalam kesendirian.(Tim)


