15.5 C
New York
Sabtu, Oktober 10, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 28

OTT KADIS PUPR KOTA BENGKULU, OMBB: KPK HARUS TUNTAS SAMPAI AKAR-AKARNYA`

0

INFOBERITANASIONAL.COM*BENGKULU* – Majelis Pimpinan Nasional Ormas Maju Bersama Bengkulu `MPN OMBB` mengapresiasi langkah cepat `Komisi Pemberantasan Korupsi RI` yang melakukan `penggeledahan rumah Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu` pada `Jumat, 25 Juli 2026`.

 

`M. DIAMIN, Ketua Umum Organisasi Kemasyrakatan OMBB` mendesak KPK RI untuk `intens, tuntas, dan transparan` dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan `Dinas PUPR Kota Bengkulu`.

 

“Kami mendukung penuh langkah KPK. Penggeledahan ini menjawab keresahan masyarakat Kota Bengkulu terhadap kualitas proyek dan penggunaan anggaran di PUPR. Kami meminta KPK RI bekerja `intens dan tuntas` sampai ke akar-akarnya, dan membuka seterang-terangnya kepada publik,” tegas M.Diamin, Sabtu `25 Juli 2026`.

 

OMBB menilai, tindakan KPK ini adalah `bukti negara hadir` dalam memberantas korupsi. OMBB juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk mengawal proses hukum ini.

 

“Kami berharap KPK tidak berhenti di satu orang. Telusuri semua proyek, semua anggaran, dan semua pihak yang terlibat. Jangan ada tebang pilih. Kami siap menjadi mitra KPK dalam pengawasan,” lanjut M.Diamin.

 

OMBB percaya, dengan penegakan hukum yang tegas, kepercayaan publik kepada pemerintah Kota Bengkulu akan kembali pulih.ungkap M.Diamin Ketum/ OMBB

 

 

Wali Kota Bandar Lampung Resmi Tutup Expo 2026 Di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat (24/7/2026) malam.

0

Infoberitanasional.com-Bandar Lampung Selama sepekan yakni dari 17-24 Juli 2026 pelaksanaan, Bandar Lampung Expo tersebut mencatat perputaran uang mencapai sekitar Rp 3,1 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,4 miliar.

 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan capaian transaksi selama pelaksanaan expo tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

 

“Transaksi pada penutupan acara malam ini tercatat mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar,” kata Erwin, Jumat (24/7/2026) malam.

 

Ia menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penyumbang terbesar terhadap nilai transaksi tersebut. Dari berbagai jenis usaha yang berpartisipasi, sektor kuliner menjadi yang paling mendominasi.

 

“Kontributor terbesar masih berasal dari UMKM, terutama pelaku usaha di bidang kuliner,” ujarnya.

 

Bandar Lampung Expo 2026 menghadirkan puluhan stan dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga pelaku UMKM lokal.

 

Beragam produk unggulan, layanan publik, serta hiburan disuguhkan selama pameran berlangsung.

 

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian HUT Kota Bandar Lampung ke-342, termasuk Bandar Lampung Expo 2026, berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan expo tidak terlepas dari kolaborasi Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), panitia penyelenggara, serta berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

 

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian HUT Kota Bandar Lampung ke-342 berjalan lancar dan puncaknya sudah kita laksanakan. Ini adalah pesta rakyat. Terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda, Bapak Gubernur, panitia, serta rekan-rekan wartawan yang terus mengawal kegiatan ini dari awal hingga akhir,” kata Eva Dwiana.

 

Pada kesempatan tersebut, Eva juga memberikan perhatian khusus terhadap peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam Bandar Lampung Expo 2026.

 

Ia berharap para pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan karena Kota Bandar Lampung banyak dikunjungi wisatawan maupun masyarakat dari berbagai daerah di Sumatra hingga Pulau Jawa.

 

Menurutnya, geliat UMKM akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Selain itu, Eva meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal agar pembangunan kota semakin maju serta pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

 

“Harapannya Bandar Lampung terus berkembang, pembangunan berjalan semakin baik, dan seluruh OPD dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tutupnya.(Rozi)

Penggeledahan Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu oleh KPK Tuai Tanda Tanya Publik

0

Infoberitanasional.com,BENGKULU 25 juli 2026 – Langkah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah kediaman pribadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari menjadi sorotan tajam publik.(24/7)

 

Penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih 7 hingga 9 jam dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap tersebut berakhir dengan diangkutnya sejumlah koper berisi barang bukti dan dokumen menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu untuk diterbangkan ke Jakarta.sabtu(25/7)

 

Ironisnya, penggeledahan ini menyisakan teka-teki besar di tengah masyarakat Provinsi Bengkulu. Pasalnya, isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sempat merebak luas di tengah masyarakat tidak terbukti dengan tidak terselenggaranya penangkapan fisik secara langsung di lokasi. Hingga tim KPK bertolak ke Jakarta melalui ruang VVIP Bandara Fatmawati, hanya membawa 7 koper dokumen barang bukti namun sosok Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu maupun sejumlah pihak yang dikabarkan terjaring OTT tidak tampak berada bersama rombongan penyidik.

 

Situasi tersebut memicu beragam spekulasi di tengah publik. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah penggeledahan ini murni merupakan bagian dari pengembangan proses penyidikan perkara dengan penyitaan barang bukti dokumen semata, ataukah ada kesimpangsiuran informasi terkait isu OTT yang berkembang di lapangan.

 

Kondisi simpang siur ini mendorong masyarakat Kota Bengkulu, aktivis pemerhati anti-korupsi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), hingga awak media mendesak pimpinan KPK untuk segera memberikan keterangan resmi melalui konferensi pers.

 

Konferensi pers dari lembaga antirasuah tersebut dinilai sangat krusial guna meletakkan pokok perkara secara transparan, memberikan kepastian hukum, serta meluruskan isu-isu liar yang terlanjur berkembang di tengah masyarakat Kota Bengkulu/Red

Penjarahan Di Smelter PT SJI Semakin Menjadi-Jadi,Achan Dan Petot Duduk Manis,Aparat Setempat Menjadi Sorotan

0

INFOBERITANASIONAL.COM,

Pangkalpinang, Rabu 22 Juli 2026. Pengusaha rongsok berskala besar yang kerap dipanggil Pakde Petot beserta anak buahnya diduga secara besar-besaran serta terang-terangan melakukan aksi penjarahan dismelter PT SJI Ketapang,Kecamatan Bukit Intan.Pergerakan anak buah petot di lapangan diduga dikawal ketat oleh oknum aparat lintas institusi.

 

Belum adanya penindakan oleh aparat penegak hukum yang berwenang secara tuntas dan tegas,diduga menjadi faktor utama aktifitas tersebut terulang kembali sampai terjadinya Penjualan aset Smelter PT SJI oleh Achan

 

Beberapa kali aksi ini tertangkap tangan oleh APH setempat beserta barang buktinya,namun sampai saat ini tidak ada satupun yang menjadi tersangka,semua dibebaskan dengan dalih tidak adanya pelapor dari pihak smelter secara resmi dan ketidakjelasan keberadaan pemilik aset serta status smelter itu sendiri

 

Garis polisi (Police Line) yang dipasang pihak Polsek Bukit Intan dirusak dan diabaikan begitu saja.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Infoberitanasional.com mengungkap aksi penjarahan ini bukan pencurian biasa. Dugaan adanya koordinasi yang terstruktur dan sistematis dengan modus jual beli aset di bawah tangan yang melibatkan pihak internal (Achan),pengepul besi (Petot) serta oknum berseragam.

 

Kamis 9 Juli 2026,terpantau adanya mobil dinas oknum petinggi dari kesatuan Brimob Polda Babel yang terparkir didalam area PT SJI,Tim meminta izin masuk kepada penjaga gudang untuk melakukan konfirmasi secara langsung,namun mobil dinas tersebut langsung melaju kearah pintu gerbang,terlihat Kompol M.Achwan S.E. berada didalam mobil Dinas duduk di kursi belakang,sambil menjawab konfirmasi Tim

 

“Saya hanya sekedar ngontrol saja disini,kalau mau bertanya…??langsung kepada Pihak kuasa smelter dimobil dalam belakang”Ungkapnya saat dikonfirmasi

 

Tim mendapati dua Oknum berseragam loreng yang sedang berjaga didalam area PT SJI,oknum tersebut mengaku bernama Sunarto dan Joko anggota Babinsa dari kodim dan Koramil setempat yang diminta untuk mengamankan aktivitas bongkar muat aset digudang PT SJI.

Bahkan Sunarto mengklaim memiliki Sprint,namun saat dikonfirmasi langsung mengenai sprint,hal itu dibantah keras oleh pihak Kodim bahwa hal itu tidak dibenarkan dan dipastikan tidak ada sprint terkait aktivitas tersebut.

 

Hal ini menuai sorotan publik dan menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh masyarakat awam.Informasi yang berhasil dihimpun,Dugaan yang menunjuk pada keterlibatan oknum bersegam,menyeret salah satu nama Oknum petinggi dari satBrimob Polda Babel,yaitu Kompol M.Achwan S.E ,yang diduga beking dari bos Achan pihak (PT SJI).

 

Menurut sumber terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan,M.Achwan secara terbuka mengatakan aset berupa besi-besi bangunan PT SJI telah dijual kepada Petot, Achan selaku orang yang diberikan kuasa oleh pemilik aset PT SJI untuk menjual aset tersebut,di hadapan masyarakat,dan Oknum anggota babin dari Polsek Bukit Intan, Jum’at, 10 Juli 2026.

 

“Ramai bang waktu itu digudang,ada bos Achan dari pihak PT SJI, Pakde Petot, anggota dari Polsek Bukit Intan, Babin dan Pak Akhwan anggota Brimob yang kemarin,kami disuruh ngumpul,dengar dia ngomong bahwa besi-besi dismelter sudah dijual”,Jelas sumber.

 

Dugaan keterlibatan oknum penegak hukum yang terkesan membiarkan tanpa mengambil tindakan kepada Achan alias Sun Tjhang dan Petot menimbulkan pertanyaan dan asumsi liar masyarakat awam

 

Apakah sengaja karena mendapatkan keuntungan walaupun mengetahui fakta sebenarnya,atau terjebak manipulatif yang dilakukan oleh Achan dan Petot…???

 

Yang diduga handal dalam memanipulasi serta memanfaatkan situasi dan kondisi Carut marut di internal PT SJI,sehingga dengan mudah mengelabuhi para oknum Aparatur Negara agar yakin dan percaya bahwa hal tersebut legal sampai rela untuk terlibat secara terang-terangan dalam aktivitas melanggar hukum yang terjadi di smelte PT SJI

 

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kapolsek Bukit Intan AKp Efriansyah S.H., M.H. dan Kapolda Babel Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H. belum mendapatkan jawaban resmi.

 

Tim juga telah mengirimkan permintaan keterangan kepada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung melalui Kasipenkum Romza Septiawan, S.H., M.H. terkait status hukum aset dan langkah penindakan. Jika belum ada tanggapan maupun tindakan nyata, tim akan melayangkan surat resmi kepada Kejati Babel untuk mendesak penanganan polemik ini sesuai hukum yang berlaku.

 

RVH26@@@

Kembali Jadi Sorotan Publik,Diduga Proyek Drainase Perumahan Bumi Mas 2 Minim Transparansi dan Diduga Abaikan K3,

0

Bengkulu, Infoberitanasional.com – Pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi saluran drainase di Jalan WR Supratman,Perumahan Bumi Mas 2, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu,Kota Bengkulu,kini kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang diduga sudah berjalan sejak Senin (20/7/2026) atau sekitar empat hari lalu ini,memunculkan sejumlah kejanggalan serius saat dipantau ulang pada Kamis (23/7/2026).

 

Berdasarkan pantauan langsung awak media di kedua waktu tersebut,sama sekali diduga tidak ditemukan papan informasi kegiatan yang dipasang di area pekerjaan. Masyarakat sekitar tidak mendapatkan akses informasi penting seperti sumber anggaran, nilai kontrak,nama perusahaan pelaksana,jadwal pelaksanaan, maupun identitas konsultan pengawas. Hal ini diduga melanggar aturan transparansi pengelolaan keuangan negara serta hak masyarakat atas informasi publik.

 

Saat dimintai keterangan di lapangan,para pekerja memberikan jawaban singkat bahwa mereka tidak mengetahui rincian proyek.Mereka hanya mengaku mendapat instruksi untuk bekerja tanpa diberikan penjelasan yang memadai mengenai proyek yang sedang dikerjakan.

 

Lebih lanjut,pelaksanaan proyek ini juga diduga minim pengawasan.Terlihat kurangnya ketegasan dari pihak konsultan pengawas,kontraktor pelaksana,maupun dinas terkait dalam membimbing dan mengawasi pekerja di lapangan.Sikap ini diduga menjadi penyebab utama pekerja mengabaikan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pun diduga sangat diabaikan. Sebagian besar pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm pengaman,sepatu keselamatan, maupun rompi proyek,padahal bekerja di lokasi galian dan konstruksi yang berisiko tinggi kecelakaan.Tindakan tegas yang seharusnya diterapkan oleh seluruh pihak yang bertanggung jawab dipertanyakan keseriusannya.

 

Awak media juga berupaya mengonfirmasi kepada salah seorang yang mengaku sebagai pelaksana lapangan. Pihak tersebut memberikan nomor telepon yang diklaim milik kontraktor pelaksana.Namun, setelah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk menanyakan keberadaan papan informasi,dugaan lemahnya pengawasan,serta kelalaian penerapan K3, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban atau tanggapan.

 

Hingga saat ini, upaya konfirmasi terus b diupayakan kepada pihak Dinas PUPR Kota Bengkulu dan pihak terkait lainnya,juga belum mendapatkan tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.

 

Pewarta: Kaperwil Bengkulu,

Rupa Wajah Jadi Magnet Bandar Lampung Expo, Ratusan Pengunjung Antre Cek Mirip Artis

0

Infoberitanasional.com-Bandar Lampung – Aplikasi Rupa Wajah yang diperkenalkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu daya tarik utama dalam ajang Bandar Lampung Expo 2026. Sejak diluncurkan, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tersebut telah menarik lebih dari 500 pengunjung yang ingin mengetahui kemiripan wajah mereka dengan tokoh publik maupun artis.

Kepala Bidang Pemberdayaan E-Government Diskominfo Kota Bandar Lampung, Fachrizal, mengatakan aplikasi tersebut merupakan bagian dari peluncuran Program Seribu Wajah Kota Bandar Lampung yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui stan Diskominfo pada Bandar Lampung Expo 2026.

“Melalui aplikasi Rupa Wajah ini, pengunjung cukup mengisi nama dan nomor telepon, kemudian memilih kategori tokoh yang ingin dibandingkan, apakah artis atau pahlawan. Selanjutnya sistem akan menganalisis dan menampilkan siapa tokoh yang memiliki kemiripan wajah dengan pengguna,” ujar Fachrizal, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Rata-rata sekitar 150 pengunjung setiap hari mencoba aplikasi tersebut selama pelaksanaan expo.

“Untuk saat ini sudah lebih dari 500 orang yang mencoba aplikasi ini. Respons masyarakat sangat baik karena selain menghibur, aplikasi ini juga menjadi sarana memperkenalkan inovasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandar Lampung,” katanya.

Fachrizal menjelaskan, Program Seribu Wajah tidak hanya menghadirkan fitur hiburan melalui aplikasi Rupa Wajah. Ke depan, program tersebut akan dikembangkan menjadi platform layanan publik berbasis teknologi yang terintegrasi.

Salah satu pengembangannya adalah sistem pemantauan ketinggian muka air sungai yang dikombinasikan dengan kamera CCTV dan sensor digital. Sistem tersebut nantinya dapat memberikan informasi kondisi sungai secara real time sebagai langkah mitigasi bencana banjir.

“Kami menggabungkan CCTV dengan sensor ketinggian air yang kami rakit sendiri. Masyarakat nantinya bisa mengetahui kondisi sungai, apakah berada pada level aman, siaga, atau bahaya sehingga dapat melakukan antisipasi lebih dini,” jelasnya.

Selain itu, platform Seribu Wajah juga akan dilengkapi berbagai layanan digital lainnya, seperti pemantauan kondisi lalu lintas, area parkir, hingga pelayanan publik di organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, dan rumah sakit.

Saat ini, uji coba sistem pemantauan ketinggian air baru diterapkan di kawasan Way Balau, tepatnya di sekitar Jembatan Beton. Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana memperluas pemasangan perangkat tersebut ke sejumlah titik sungai lainnya.

“Untuk sementara baru dipasang di Way Balau sebagai tahap uji coba. Ke depan akan terus kami kembangkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih luas,” pungkas Fachrizal.(Rozi)

*Danbrigif 4 Mar/BS Pimpin Sertijab Empat Jabatan Strategis di Lingkungan Brigif 4 Mar/BS*

0

Infoberitanasional.com-TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Mar/BS (Lampung). Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS) Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) empat jabatan strategis di lingkungan Brigif 4 Mar/BS yang dilaksanakan di Balai Prajurit (Bapra) Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kamis, (23/7/2026).

 

Empat jabatan yang diserahterimakan tersebut meliputi Perwira Staf Operasi (Pasops) Brigif 4 Mar/BS, Perwira Staf Personalia (Paspers) Brigif 4 Mar/BS, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 9 Marinir, serta Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 10 Marinir/SBY.

 

Dalam kesempatan tersebut, jabatan Pasops Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan kepada Letkol Mar Agus Mustaqim, sedangkan jabatan Paspers Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan dari Letkol Mar Sugiarto. Sementara itu, jabatan Danyonif 9 Marinir diserahterimakan dari Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr. Opsla., kepada Letkol Marinir Ricky Sandro, M.Tr. Opsla. Selanjutnya, jabatan Danyonif 10 Marinir/SBY diserahterimakan dari Letkol Mar Aris Widyatmoko kepada Letkol Mar Hariono Aritonang, M.Tr. Opsla.

 

Danbrigif 4 Mar/BS dalam amanatnya menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI sekaligus proses penyegaran organisasi dan pembinaan karier bagi para prajurit.

 

Lebih lanjut, Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, pengabdian, serta kerja keras yang telah diberikan selama melaksanakan tugas.

 

Kepada para pejabat baru, Danbrigif 4 Mar/BS mengucapkan selamat datang, selamat bergabung, dan selamat melaksanakan tugas di lingkungan Brigif 4 Mar/BS.

 

Danbrigif 4 Mar/BS juga menekankan pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan dan pembinaan satuan. Menurutnya, setiap pejabat baru harus mampu melanjutkan berbagai hal baik yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya, sekaligus mengembangkan inovasi dan terobosan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

 

Dalam arahannya, Danbrigif 4 Mar/BS juga berpesan kepada para pejabat baru agar senantiasa menjaga dan membina satuan dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya mengawasi senjata, kendaraan, maupun material, tetapi juga memimpin dan membina manusia.

 

Danbrigif 4 Mar/BS juga menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh satuan jajaran Brigif 4 Mar/BS, baik dalam pelaksanaan penugasan maupun berbagai perlombaan.

 

 

Mengakhiri amanatnya, Danbrigif 4 Mar/BS kembali menyampaikan terima kasih kepada para pejabat lama beserta ibu atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama melaksanakan tugas.

 

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas serta pengabdian. Meskipun kita tidak lagi berada dalam hubungan kedinasan secara langsung, saya berharap silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga,” pungkasnya.

SETIAP NYAWA BERHARGA” KAPOLRES EMPAT LAWANG DAN JAJARAN HADIR, KAWAL KORBAN HINGGA DONOR DARAH TERPENUHI

0

Infoberitanasional.com-EMPAT LAWANG – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP ABDUL AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H., yang memastikan kebutuhan donor darah bagi seorang warga yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tebing Tinggi, Selasa (22/7/2026).

 

Setelah menerima informasi adanya warga yang membutuhkan donor darah golongan B+, Kapolres segera menginstruksikan personel untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan PMI agar kebutuhan darah pasien dapat segera dipenuhi.

 

Sebagai bentuk respons cepat, IPDA SASTRA JAYA bersama sejumlah anggota Polres Empat Lawang yang memiliki golongan darah sesuai langsung mendonorkan darahnya demi membantu proses penanganan medis pasien. Berkat kepedulian dan kesigapan personel, kebutuhan donor darah berhasil terpenuhi sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

 

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin membantu. Jangan sampai kebutuhan darah menjadi penghambat penanganan medis. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” tegas AKBP ABDUL AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H.

 

Keluarga pasien menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polres Empat Lawang yang bergerak cepat membantu memenuhi kebutuhan donor darah. Kehadiran dan aksi nyata personel Polri memberikan harapan serta semangat bagi keluarga pasien.

 

Aksi kemanusiaan ini menjadi cerminan komitmen Polres Empat Lawang dalam mengimplementasikan semangat “PRESISI DALAM PENGABDIAN, TULUS DALAM KEMANUSIAAN.” Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan.

 

Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Polres Empat Lawang kembali membuktikan bahwa setiap nyawa sangat berharga, dan membantu sesama merupakan bagian dari pengabdian tanpa batas kepada masyarakat.

Ruko Milik Warga di Bontomarannu Dirusak Kelompok Pimpinan Daeng Sila, Pemilik Keberatan

0

Infoberitanasional.com-GOWA, 23 Juli 2026 – Sebuah bangunan ruko milik warga di Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dirusak oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Daeng Sila beserta rekannya pada Jumat (6/9/2024). Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memicu keluhan terkait pelayanan kepolisian yang dinilai tidak sesuai prosedur.

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, bangunan ruko tersebut adalah milik sah N. Daeng Janji. Ketika mengetahui asetnya dirusak, pemilik langsung melapor ke kantor Polsek Bontomarannu. Namun alih-alih dilayani sesuai kewenangan, petugas yang bertugas justru mengarahkan pelapor untuk melaporkan peristiwa itu langsung ke Polresta Gowa.

 

Pelaku perusakan diduga kelompok yang dipimpin Daeng Sila. Sementara pelapor adalah N. Daeng Janji selaku pemilik sah ruko, dan keluhan ditujukan terhadap pelayanan awal dari pihak Polsek Bontomarannu.

 

Peristiwa perusakan terjadi di wilayah Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada Jumat, 6 September 2024. Proses pelaporan berlangsung di kantor Polsek Bontomarannu dan kemudian dilanjutkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Gowa.

 

Masyarakat menilai seharusnya laporan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Bontomarannu dapat diterima dan ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh pihak berwenang setempat. Kebijakan petugas yang mengarahkan langsung ke Polresta Gowa dianggap memberatkan warga yang sedang berupaya mencari keadilan, serta dinilai tidak mencerminkan pelayanan prima yang diharapkan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

 

Merasa tidak dilayani sesuai aturan, N. Daeng Janji akhirnya mendatangi Polresta Gowa dan laporan aduannya baru diterima secara resmi di SPKT Polresta Gowa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun penjelasan dari pihak Polsek Bontomarannu maupun Polresta Gowa terkait penanganan kasus ini maupun keluhan pelayanan yang dialami warga. Masyarakat berharap aparat segera bertindak tegas dan memproses perkara ini sesuai jalur hukum yang berlaku.Tutupnya”

 

TIM INVESTIGASI

Skandal Penjarahan Aset Smelter PT SJI Semakin Merajalela, Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan Utama

0

Infoberotanasional.com-BANGKA BELITUNG – Aksi penjarahan aset di kawasan smelter PT SJI, Ketapang, Kecamatan Bukit Intan, semakin marak dan dilakukan secara terang-terangan. Pengusaha rongsokan berskala besar yang akrab disapa Pakde Petot beserta anak buahnya mengambil aset secara besar-besaran, yang diduga dikawal ketat oleh oknum aparat lintas institusi.

 

Hingga saat ini belum ada penindakan tegas dan tuntas dari aparat penegak hukum. Padahal beberapa kali aksi tersebut tertangkap tangan beserta barang bukti lengkap, namun tak satu pun pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Semua dibebaskan dengan alasan belum ada laporan resmi dari pihak pengelola smelter serta ketidakjelasan status kepemilikan aset dan keberadaan pemilik sah PT SJI.

 

Bahkan garis polisi yang dipasang Polsek Bukit Intan dirusak dan diabaikan begitu saja. Hasil investigasi tim menunjukkan aksi ini bukan pencurian biasa, melainkan dugaan praktik terstruktur dan sistematis berupa jual beli aset di bawah tangan yang melibatkan pihak internal perusahaan, pengepul besi bekas, hingga oknum berseragam.

 

Pada Kamis, 9 Juli 2026, tim memantau kendaraan dinas milik petinggi kesatuan Brimob Polda Babel terparkir di dalam area PT SJI. Di kursi belakang terlihat duduk Kompol M. Achwan S.E. Saat tim meminta izin masuk untuk konfirmasi langsung, ia menjawab sedang mengontrol situasi. Tak lama setelah itu, kendaraan dinas tersebut langsung melaju keluar lokasi seolah menghindari awak media.

 

Tim juga mendapati dua orang berseragam loreng berjaga di dalam area yang memperkenalkan diri sebagai Sunarto dan Joko, anggota Babinsa dari Kodim dan Koramil setempat yang mengaku ditugaskan mengamankan bongkar muat aset. Sunarto bahkan mengaku memiliki surat perintah tugas, namun saat dikonfirmasi, pihak Kodim membantah tegas dan menegaskan tidak pernah menerbitkan surat perintah terkait aktivitas tersebut.

 

Kasus ini menuai sorotan luas di tengah masyarakat. Informasi yang dihimpun merujuk pada dugaan keterlibatan Kompol M. Achwan yang diduga memberikan perlindungan kepada perwakilan PT SJI yang dikenal sebagai Achan.

 

Berdasarkan sumber terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan, pada Jumat, 10 Juli 2026, Kompol M. Achwan secara terbuka menyatakan di hadapan sejumlah pihak bahwa aset berupa besi bangunan milik PT SJI telah dijual oleh Achan. Achan mengaku mendapat kuasa dari pihak manajemen PT SJI untuk menjual aset tersebut kepada Pakde Petot.

 

“Saat itu gudang sangat ramai. Ada Bos Achan mewakili PT SJI, Pakde Petot, anggota Polsek Bukit Intan, Babinsa, serta anggota Brimob yang datang sehari sebelumnya. Kami disuruh berkumpul di depan mes, lalu mendengar pernyataan bahwa besi-besi di lokasi sudah sah dijual,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dilindungi.

 

Keterlibatan oknum aparat yang terkesan membiarkan aktivitas ilegal ini memunculkan pertanyaan mendalam. Apakah para penegak hukum bertindak sadar melanggar aturan, atau justru dimanipulasi oleh Achan — yang juga dikenal sebagai Sun Tjhang — beserta Pakde Petot? Keduanya diduga memanfaatkan keruwetan manajemen dan status hukum aset PT SJI untuk mengelabui aparat hingga bersedia terlibat secara terang-terangan dalam pelanggaran hukum.

 

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kapolsek Bukit Intan AKp Efriansyah S.H., M.H. dan Kapolda Babel Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H. belum mendapatkan jawaban resmi.

 

Tim juga telah mengirimkan permintaan keterangan kepada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung melalui Kasipenkum Romza Septiawan, S.H., M.H. terkait status hukum aset dan langkah penindakan. Jika belum ada tanggapan maupun tindakan nyata, tim akan melayangkan surat resmi kepada Kejati Babel untuk mendesak penanganan polemik ini sesuai hukum yang berlaku./Reno