![]()
Kota Bengkulu, Infoberitanasional.com – Keresahan warga lingkungan RT 25,RW 07 Kelurahan Pekan Sabtu,Kota Bengkulu,Provinsi Bengkulu,kembali mengemuka terkait aktivitas pembangunan proyek Sekolah Rakyat SR.Berbagai permasalahan mulai dari gangguan ketertiban umum, dampak lingkungan hingga ketidakpuasan terhadap kinerja pihak pelaksana proyek menjadi sorotan utama masyarakat setempat.

Berdasarkan bukti dari rekaman video yang beredar di masyarakat,sejumlah peristiwa yang diduga tidak menyenangkan kerap terjadi di sekitar lokasi pembangunan. Salah satunya adalah kejadian di mana seorang karyawan pelaksana lapangan perusahaan pelaksana proyek sekolah Rakyat,di lingkungan,RT-25-RW-07 pekan Sabtu kecamatan Selebar, kota Bengkulu, diduga diketahui berada dalam keadaan mabuk hingga terkapar di pinggir jalan.Hal ini diperkuat keterangan Ketua RT 25 yang membenarkan peristiwa tersebut terjadi 24/6/26 sekitar pukul 4 dini hari.
Selain masalah keamanan,warga juga terganggu dengan kondisi lingkungan diduga akibat aktivitas konstruksi.Saat musim hujan jalan di lokasi menjadi sangat licin, sementara pada musim panas area akses jalan lingkungan tersebut sering berdebu dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurut keterangan warga dan pengurus lingkungan,upaya pengendalian debu melalui penyiraman jalan dinilai sangat minim.
Dalam keterangannya yang disampaikan kepada awak media dengan nada Kecewa,Ketua RT 25 RW 07, Kelurahan Pekan Sabtu,kecamatan Selebar,kota Bengkulu,di kediamannya, menyampaikan kekesalan dan kekecewaannya.
“Bahwasanya kami warga hanya dapat masalahnya,kalian dapat uangnya,kami hanya menanggung dampaknya saja. Jalan yang licin dan berdebu selama ini kami diamkan, namun sekarang batas kesabaran sudah terlampaui dan kami sudah sangat resah.” ungkapnya,
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pelaksanaan penyiraman jalan hanya dilakukan saat ada kunjungan pihak tertentu saja. Bahkan terdapat masa jeda yang cukup panjang,yakni bisa mencapai satu bulan hingga dua bulan diduga tanpa dilakukan penyiraman sama sekali.keluhnya,
“Kejadian diduga salah seorang pekerja karyawan dari pihak pelaksana proyek sebagai pelaksana lapangan, yang diduga mabuk hingga terkapar ini adalah contoh yang sangat buruk, merusak pola pikir anak muda dan warga setempat, Kami bertanya-tanya, seperti apa bentuk tanggung jawab pihak perusahaan pelaksana terhadap dampak yang ditimbulkan?”tanyanya,
Puncak dari keresahan warga muncul terkait dugaan peristiwa sosial yang juga menyertai aktivitas proyek.Diduga seorang pekerja karyawan pelaksana proyek diduga menjalin percakapan yang tidak semestinya dengan istri salah satu warga setempat,hal ini semakin memperparah suasana ketenangan lingkungan.inbunhnya,
Lebih lanjut,tim awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Bidang Humas perusahaan pelaksana proyek Sekolah Rakyat SR terkait peristiwa yang terjadi pada dini hari tanggal 24 Juni 2026 tersebut, melalui via pesan WhatsApp,mulai dari kasus diduga salah seorang pekerja sebagi karyawan pelaksana lapangan, mabuk hingga terkapar,dan juga masalah debu dan jalan licin.Namun hingga berita ini diturunkan,pihak Humas belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi dan pencarian keterangan masih terus dilakukan oleh tim media.
Masyarakat berharap pihak pengelola proyek serta instansi terkait segera mengambil langkah tegas.Mulai dari penerapan disiplin ketat terhadap seluruh pekerja,perbaikan dan perawatan rutin kondisi jalan, pengendalian debu yang maksimal, hingga memberikan penjelasan jelas mengenai tanggung jawab pelaksana agar ketenangan dan kenyamanan warga dapat kembali terjaga.
Pewarta : Kaperwil Provinsi Bengkulu,


