Infoberitanasional.com-BENGKULU, 10 Agustus 2026 – Pelaksanaan proyek revitalisasi SDN 77 Kota Bengkulu senilai Rp1.567.289.068 kini menjadi sorotan hangat masyarakat setempat. Pasalnya, terdapat pemandangan tak biasa di lokasi pekerjaan: seorang pekerja harian atau tukang terlihat rutin mondar-mandir mengendarai mobil mewah setiap kali datang bekerja.
Tukang berinisial WL tersebut diketahui memiliki upah harian sebesar Rp160.000. Publik dibuat heran lantaran WL selama ini dikenal luas sebagai salah satu kontraktor ternama di Kota Bengkulu. Spekulasi pun bermunculan—apakah WL benar-benar turun kasta hingga bersedia menjadi tukang harian yang gajinya bahkan dinilai hanya cukup untuk kebutuhan bahan bakar dan rokok, ataukah ini bentuk kamuflase belaka?
Dugaan kuat mengarah pada kemungkinan bahwa WL hanya menyaru sebagai pekerja harian, sementara kenyataannya ia disinyalir merupakan pelaksana utama yang mengendalikan seluruh kegiatan fisik di SDN 77. Jika dugaan monopoli ini benar, hal tersebut memicu pertanyaan kritis terkait mekanisme pelaksanaan anggaran.
Proyek yang seharusnya dijalankan secara swakelola oleh pihak sekolah diduga telah disusupi oleh oknum pihak ketiga/kontraktor yang mengaku sebagai tukang. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keterlibatan warga lokal. Publik mempertanyakan apakah masyarakat di sekitar lingkungan sekolah ikut dipekerjakan sebagaimana prinsip swakelola, atau hanya menjadi penonton semata. Praktek semacam ini dikhawatirkan dapat mengorbankan kualitas mutu bangunan demi mengejar keuntungan pribadi oknum tertentu.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Umum Ormas OMBB, M. Diamin, angkat bicara secara tegas. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap proyek revitalisasi di SDN 77 Kota Bengkulu agar anggaran negara tidak disalahgunakan.
“Kami meminta APH melakukan pengawasan langsung terhadap proyek ini agar tidak dijadikan ajang meraup keuntungan pribadi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab,” tegas M. Diamin.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi pekerjaan pada Jumat (7/9), WL secara singkat bergeming dan tetap mengaku bahwa dirinya hanyalah seorang tukang biasa dengan upah Rp160.000 per hari.


