15.7 C
New York
Sabtu, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 25

PW SEMMI NTB: Mangkir dari Pemeriksaan, Efan Limantika “Tampar” Wibawa DPRD dan Penegak Hukum!

0

Infoberitanasional.com-Mataram – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengecam keras sikap Efan Limantika, anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Golkar, yang tidak menghadiri panggilan pemeriksaan oleh Polres Dompu, Senin (21/09/2025).

Padahal, surat izin pemeriksaan terhadap Efan Limantika telah resmi dikeluarkan oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang transparan dan tanpa intervensi politik. Namun, tindakan Efan yang memilih untuk mangkir tanpa alasan yang jelas dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap proses hukum dan penamparan terhadap wibawa institusi DPRD serta aparat penegak hukum.

“Ketika Ketua DPRD sudah memberikan izin resmi untuk pemeriksaan, tapi yang bersangkutan justru mangkir dari panggilan Polres Dompu, itu bukan hanya bentuk pembangkangan, tapi juga penghinaan terhadap wibawa hukum dan lembaga legislatif,” ujar Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari dalam pernyataan resminya kepada media ini, Selasa (23/09/2025).

Terkait itu, lanjutnya, PW SEMMI NTB mendesak agar:

* Polres Dompu tetap melanjutkan proses hukum secara profesional dan tanpa pandang bulu.
* Badan Kehormatan DPRD Provinsi NTB segera memanggil dan memproses Efan Limantika atas dugaan pelanggaran etika.
* DPD Partai Golkar NTB memberikan sikap tegas terhadap kadernya yang terkesan tidak patuh terhadap hukum.

“Tidak boleh ada kesan bahwa anggota dewan kebal hukum. Kalau Efan Limantika benar-benar punya integritas, dia harus hadir dan menghormati proses pemeriksaan. Kalau tidak, ini preseden buruk bagi demokrasi dan hukum di NTB,” tegasnya lagi.

PW SEMMI NTB juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil dan mahasiswa untuk
mengawal kasus ini secara ketat, agar keadilan tidak mandek di tengah jalan hanya karena pelakunya memiliki jabatan politik. (A)..,,

Bangga, Arif Farhan Mahasiswa Asal Jawa Barat Ikut Ajang Internasional SMI Youth Exchange di Singapura, Malaysia, dan Thailand

0

Infoberitanasional.com-Bandung, September 2025 – Kebanggaan hadir bagi Jawa Barat dengan terpilihnya Arif Farhan, mahasiswa STAI Al Musdariyah Cimahi, sebagai delegasi dalam ajang internasional SMI Youth Exchange 2025. Program ini dilaksanakan pada 15–21 September 2025 di tiga negara, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand, dengan rangkaian kegiatan yang memperkuat jejaring pemuda, pertukaran budaya, serta pengembangan wawasan global.

Sebelum terpilih menjadi delegasi, Arif harus melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi berkas, tes kemampuan dasar, hingga wawancara. Hal ini menunjukkan bahwa hanya pemuda yang memiliki komitmen, kapasitas, dan kesiapan yang dapat lolos dalam program bergengsi ini.

Di Singapura, para delegasi melaksanakan kunjungan ke KBRI Singapura dan berdiskusi langsung dengan perwakilan diplomatik Indonesia. Dilanjutkan di Malaysia, peserta berkesempatan mengunjungi KBRI Malaysia, melakukan dialog dengan jajaran diplomatik, serta berkunjung ke Universiti Malaya, salah satu kampus terbaik di Asia.

Masih di Malaysia, delegasi juga melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) untuk berbincang dengan kepala sekolah serta jajaran guru terkait peran pendidikan Indonesia di luar negeri.

Sementara di Thailand, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke KRI Songkhla untuk berdiskusi seputar hubungan bilateral, serta kunjungan ke Prince of Songkla University (PSU) yang menjadi salah satu kampus ternama di kawasan tersebut.

Tak hanya kunjungan, delegasi juga mengikuti Project Presentation yang menghadirkan peran peserta sebagai diplomat muda untuk memaparkan gagasan terkait Sustainable Development Goals (SDGs).

“Pengalaman ini membuka wawasan saya bahwa pemuda Indonesia bisa berkontribusi langsung dalam isu global. Saya berharap bisa membawa semangat ini ke daerah asal saya dan menginspirasi teman-teman lain,” ujar Arif Farhan.

Program SMI Youth Exchange 2025 menjadi wadah penting bagi pemuda untuk memperluas pengalaman internasional, membangun jejaring lintas negara, serta memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Kehadiran Arif Farhan dalam ajang ini menjadi bukti nyata kiprah generasi muda Indonesia di kancah internasional.

Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia & Ketua LSP Pers Indonesia

0

Infoberitanasional.com-Insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, pada akhir Agustus lalu memicu kemarahan publik dan ketegasan pemerintah. Peristiwa ini pun menjadi momentum krusial yang mendorong Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mewacanakan pembentukan tim reformasi kepolisian guna memastikan akuntabilitas dan profesionalisme Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat dengan membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri sebagai langkah internal untuk perbaikan menyeluruh di institusi kepolisian. Tim ini beranggotakan 52 perwira tinggi dan menengah dan diketuai oleh Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana.

Wacana dan upaya reformasi Polri sebetulnya sudah dilakukan sejak beberapa presiden sebelumnya, terutama pasca-Orde Baru. Reformasi ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan sebuah proses panjang dengan fokus yang berbeda-beda di setiap era kepemimpinan.

Pada masa Presiden B.J. Habibie, gagasan pemisahan Polri dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mulai menguat. Puncaknya, pemisahan ini diresmikan secara hukum pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pemisahan ini merupakan langkah fundamental untuk menjadikan Polri sebagai entitas sipil yang profesional dalam melayani masyarakat, bukan sebagai alat kekuasaan militer.

Di era Presiden Megawati, diterbitkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. UU ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi Polri untuk menjalankan tugasnya secara mandiri, profesional, dan modern. UU ini menegaskan peran Polri sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat.

Selanjutnya pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono upaya reformasi berlanjut dengan fokus pada perbaikan internal dan profesionalisme. Meskipun demikian, pada era ini muncul berbagai kritik dan desakan dari masyarakat sipil (terutama LSM) untuk reformasi yang lebih mendalam, terutama terkait kasus-kasus korupsi dan citra Polri di mata publik. Wacana untuk “mengembalikan citra polisi” menjadi tema sentral pada masa ini.

Pada Era Presiden Jokowi, secara konsisten pemerintah mendorong perbaikan budaya (kultural) di internal Polri. Konsep seperti “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) menjadi kerangka kerja untuk mewujudkan transformasi ini.

Wacana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah kelanjutan dari proses panjang tersebut, dengan penekanan pada pembentukan tim khusus untuk mempercepat reformasi.

Kendala Anggaran

Mereformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia ujung-ujungnya pasti bermuara pada ketersediaan anggaran. Sudah menjadi rahasia umum, aparat kepolisian dari tingkat Polsek sampai Polres nyaris nihil anggaran dalam menindaklanjuti setiap laporan dan pengaduan masyarakat yang menjadi korban kejahatan.

Bisa dibayangkan dari 325.150 kasus kejahatan yang dilaporkan dan ditangani polisi di seluruh Indonesia berdasarkan rilis akhir tahun 2024 dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sepanjang tahun 2024, berapa kerugian yang diderita petugas penyelidik dan penyidik polisi.

Penyidik atau anggota Polri hanya bisa pasrah turut patungan dengan negara dan terpaksa menguras kantong pribadi untuk menangani setiap kasus atau laporan Dumas agar tidak terhitung menjadi hutang perkara jika tidak diselesaikan.

Penyidik atau anggota Polri bahkan seringkali dihantui berbagai sanksi jika lalai atau gagal menyelesaikan kasus penyidikan, mulai dari yang bersifat internal hingga pidana. Sanksi ini diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Jika kelalaian itu dianggap sebagai pelanggaran disiplin, sanksinya bisa berupa teguran, penundaan kenaikan pangkat, mutasi, hingga penempatan di tempat khusus. Sementara itu, jika pelanggaran tergolong serius atau melanggar kode etik, penyidik dapat dikenai sanksi seperti pernyataan perilaku tercela, rekomendasi mutasi demosi, bahkan diberhentikan secara tidak hormat (PTDH).

Dalam kasus-kasus tertentu, jika ada unsur pidana seperti penyalahgunaan wewenang atau penghilangan barang bukti, penyidik juga dapat diproses secara pidana di pengadilan.

Ancaman sanksi ini, ‘maaf’ memaksa penyidik atau anggota Polri melaksanakan tugas dan tanggungjawab meski uang susu dan makanan bergizi anaknya harus dikorbankan.

Kendala utama yang dihadapi oleh Polri terkait minimnya anggaran adalah keterbatasan operasional yang secara langsung menghambat kualitas dan kecepatan penanganan kasus. Anggaran yang tidak memadai membatasi kemampuan Polri untuk membeli peralatan forensik modern, memelihara teknologi yang ada, dan memastikan mobilitas tim penyidik.

Selain itu, keterbatasan dana juga berdampak pada kesejahteraan dan insentif penyidik, yang dapat memengaruhi motivasi dan kinerja mereka. Dampak yang lebih luas terlihat pada upaya reformasi, di mana minimnya anggaran menghambat investasi pada pelatihan, pengembangan SDM, serta pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menciptakan institusi yang lebih transparan dan akuntabel.

Dengan demikian, kendala finansial tidak hanya memperlambat proses hukum, tetapi juga merintangi upaya fundamental untuk meningkatkan kredibilitas dan efektivitas Polri.

Di sisi lain, masalah gaji anggota polisi yang cukup rendah. Anggota Komisi III DPR RI fraksi PAN, Safiruddin Sudding, sempat menyoroti gaji seorang polisi. Menurutnya, ada perbedaan jika dibandingkan dengan polisi-polisi di negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Polri dan Kejaksaan dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, (7/7/2025). Menurut Sudding, perbedaan signifikan ini menjadi hambatan dalam menciptakan institusi kepolisian yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dampak dari minimnya anggaran

Penyidikan Mandek: Banyak kasus, terutama yang sederhana (seperti pengaduan penipuan kecil, pencurian), tidak bisa ditindaklanjuti secara optimal karena penyidik harus mengeluarkan dana pribadi untuk operasional (misalnya, untuk bensin saat olah TKP, fotokopi dokumen, atau bahkan makan).

Aduan Masyarakat Terabaikan: Kondisi ini sering kali membuat penyidik enggan atau tidak mampu menindaklanjuti setiap aduan, yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Masyarakat merasa laporannya “tidak dianggap serius” atau “terlalu rumit” untuk diselesaikan.

Penyalahgunaan Wewenang: Masalah anggaran juga bisa menjadi pemicu tindakan pungutan liar (pungli) atau “damai di tempat”. Penyidik bisa saja meminta uang kepada pelapor atau terlapor dengan alasan untuk biaya operasional.

Pada konteks penyalahgunaan wewenang ini, terjadi karena salah satunya ada Undang-undang pemberantasan narkoba yang memuat hukuman berat, seperti pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Ini seringkali menciptakan celah bagi oknum anggota Polri untuk melakukan korupsi.

Hukuman yang berat ini membuat para tersangka bersedia melakukan apa pun, termasuk menyuap, demi meringankan atau bahkan melepaskan diri dari jerat hukum. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab di kepolisian yang melihatnya sebagai peluang emas untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Akibatnya, alih-alih memberantas peredaran narkoba, praktik-praktik ilegal ini justru semakin subur di balik layar, merusak integritas lembaga penegak hukum dan mencederai rasa keadilan di masyarakat. Hal ini erat kaitannya dengan minimnya kesejahteraan anggota Polri sehinga mudah tergiur dengan upaya suap dalam menjalankan tugas.

Jadi, tanpa anggaran yang cukup, wacana reformasi hanya akan menjadi wacana kosong. Reformasi membutuhkan: Profesionalisme: Penyidik tidak akan bisa profesional jika mereka dibebani masalah finansial dalam menjalankan tugas. Transparansi: Minimnya dana sering kali menciptakan ruang gelap yang rentan terhadap korupsi. Akuntabilitas: Sulit meminta pertanggungjawaban penyidik atas kasus yang tidak selesai, jika penyebabnya adalah ketiadaan dana.

Solusi dan Harapan

Reformasi Polri ini sesungguhnya menjadi peluang besar bagi Presiden untuk menata dan menjamin kebijkan dan program pemerintah bisa menyentuh pelayanan masyarakat di tingkat bawah yang kini apatis terhadap laporan Pengaduan Masyarakat atau Dumas di Polri.

Presiden harus memastikan dan menjamin bahwa setiap laporan Dumas pasti ditindaklnjuti aparat polisi. Jangan berhenti pada wacana reformasi Polri, tetapi Presiden juga harus memastikan dukungan anggaran yang nyata dan memadai untuk fungsi inti Polri, yaitu penegakan hukum di lapangan.

Selain itu Pemerintah dan DPR harus menjadikan prioritas dengan merevisi alokasi anggaran Polri, dengan memberikan porsi yang lebih besar untuk biaya operasional penyidikan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Struktur anggaran Polri harus diperhatikan dan ditata secara proporsional karena sebagian besar anggaran mungkin habis untuk belanja rutin (gaji, tunjangan, infrastruktur) dan pengadaan alutsista (senjata, kendaraan), sementara anggaran operasional penyelidikan dan penyidikan yang menyentuh langsung pelayanan publik justru sangat kecil.

Presiden harus berani menegaskan bahwa investasi pada anggaran penyidikan adalah investasi pada kepercayaan publik. Dengan dukungan dana yang memadai, Polri bisa lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mimpi reformasi bisa menjadi kenyataan.

Keajaiban Polri

Merunut dari laporan kinerja Kepolisian tahun 2024 lalu, dalam penyelesaian kasus, Polri berhasil menyelesaikan 244.975 kasus, yang setara dengan 75,34% dari total 325.150 kasus yang ditangani.

Penyelesaian melalui Restorative Justice terdapat peningkatan signifikan dalam penggunaan mekanisme restorative justice, yaitu menjadi 21.063 perkara, naik 15,89% dari tahun 2023.

Jenis Kasus Paling Banyak adalah : Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Penganiayaan, danPencurian Biasa.

Kasus lain yang menonjol, Polri berhasil mengungkap dan menangani kasus-kasus khusus seperti: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan 621 kasus yang diselesaikan, Narkoba dengan 42.824 kasus diungkap, dan Kejahatan investasi dengan 45 perkara yang diungkap.

Pencapaian ini tak lepas dari keajaiban penyidik anggota Polri yang bersedia berkorban patungan biaya dengan negara untuk melayani warga masyarakat meski uang susu dan makanan bergizi anaknya harus dikorbankan. ***

Oknum Wartawan Mencoba Peras Kades Desa Batukuda, Dengan Cara buat Berita Opini.

0

Infoberitanasional.com-SERANG – Seorang Kepala Desa (Kades) berinisial S yang bertugas di kawasan Desa Batukuda, kecamatan mancak kabupaten serang, mengaku dapat tekanan dengan adanya pemberitaan Youtuber maupun online  Pelakunya disebut-sebut merupakan oknum yang mengaku berprofesi sebagai wartawan Senen (22/9/2025).

S menjelaskan, awal mula media tersebut dirinya mau bantu Tekedown, terkait pemberitaan Youtuber nya asalkan kades S bisa mengerti
kata oknum wartawan tersebut dengan alasan untuk menghapus berita yang dianggap merugikan nama baiknya.

Namun oknum wartawan inisial D, terus menerol kades melalui via telepon dan w,a untuk bisa memberikan uang walaupun belum di sebut nominal angkanya, apakah dibenarkan seorang jurnalis dengan cara mencari uang membuat berita Opini yang kebenarannya tidak Sesuai fakta hanya mengarang cerita untuk menakut-nakuti.

Tim Media Detektif Investigasi mencoba menghubungi salah satu oknum berinisial D yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengaku sebagai wartawan. Namun, panggilan telepon maupun pesan WhatsApp sama sekali tidak mendapat balasan hanya dibaca saja padahal kami perlu klarifikasi prihal pemberitaan Youtuber tersebut.

Hasil penelusuran tim Investigasi menemui Nara sumber RT tersebut, ternyata bukan RT melainkan ponakan RT yang memberikan keterangan palsu, iya mengakui tidak tau bakal di beritakan saya kira hanya bertanya saja.

menurut keterangan kades S, terkait yang dimaksud program ketahanan pangan kita sudah lakukan semua Sesuai program Mundes, adapun yang belum kita alokasikan hanya beberapa RT saja karna semua itu bertahap,” Tegasnya.

Kasus dugaan secara Alus ini sudah jelas ada unsur pemerasan walaupun belum ada transaksi antara oknum wartawan dan kepala desa.

“ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai mencoreng nama baik profesi wartawan yang seharusnya menjalankan fungsi sosial dan menyajikan informasi, bukan justru memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi.

Fungsi tugas Utama seorang jurnalis adalah mengumpulkan Memverifikasi menyunting dan melaporkan informasi yang akurat dan Objektif kepada masyarakat melalui melalui berbagai media,  mereka berperan menjaga sebagai kebenaran dan fungsi kontrol Sosial dengan menyebarkan informasi yang tepat, akurat, bener serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Geger!! Desa daspeta Kab.kepahiang viral dadakan dengan adanya kejadian asusila yang di lakukan oleh oknum Pria yang telah berumur.

0

Infoberitanasional.com-Bengkulu kab Kepahiang – 21/9/25,lagi lagi desa daspeta kecamatan ujan mas,kabupaten Kepahiang,provinsi Bengkulu di hebohkan dengan kejadian asusila yang diduga di lakukan oleh seorang oknum pria telah berumur inisial (KN) yang mana telah melakukan onani .

Perbuatan tersebut di praduga sering di lakukan walaupun di rumahnya sendiri dengan sengaja ingin selalu di lihat oleh anak anak  di bawah umur.sungguh ironis perbuatan tak terpuji ini, seharusnya di umur beliau yang telah lanjut usia sudah Sepatutnya menjadi contoh yang baik untuk anak dan cucunya.tapi kali ini kelakuan sang kakek ini sangat memalukan karna telah melakukan hal yang tidak senonoh di luar nalar.

Pasalnya”terkuak hal ini setelah salah satu korban dengan inisial nama yang tidak ingin disebutkan menceritakan kepada awak media,bahwa memang benar terduga  pelaku asusila ini sering melakukan onani di depan pintu dan jendela ruma agar dapat di lihat dengam pintu sengaja terbuka lebar.”ungkap salah satu korban yang tak lain tetangga pelaku sendiri.

hal ini telah korban alami sejak masih duduk di kelas 5 SD hingga sekarang berusia 18 tahun.namun selama ini Korban tidak berani untuk menceritakan dengan siapapun bahkan kepada orang tuanya sendiri karna takut di musuhi dengan keadaan keluarga yang kurang mampu.

Sehingga anak anak di sekitar lingkungan sampai memberi gelar Kj.sungguh luar biasa kelakuan terduga pelaku asusila ini sudah sepantas dan sewajarnya mendapat tindakan tegas dari pihak APH karna pelaku ini sudah terbilang mengalami gangguan jiwa dan kelainan sex.

Lebih mengejutkan lagi baru baru ini terungkap kembali perbuatan pelaku  setelah salah seorang tetangganya sebut saja mawar,dirinya menceritakan saat pulang sekolah lewat di depan rumah pelaku yang kebetulan mawar juga merupakan teman dari anaknya,pada saat sedang melintas mawar mencoba untuk singah lalu memanggil anak pelaku sambil berteriak di depan pintu yang sedang terbuka.tapi tak sengaja korban (Mawar) spontan melihat pelaku sedang onani di ruang tamunya sembari melambaikan tangan yang seolah olah memanggil dirinya.

sontak saja pada waktu itu korban berteriak hesteris dengan muka pucat untung saja korban kala itu tidak sendiri akan tetapi ada dua orang rekanya yang juga ikut lalu korban (mawar) berlari dan menceritakan kepada rekannya apa yang baru saja dirinya alami sembari beranjak memutar arah pulang ke rumahnya.sesampai di rumahnya,mawar dengan wajah ketakutan juga langsung menceritakan kepada orang tuanya dengan apa yng dirinya alami.

Mendengar laporan kejadian yang di alami anaknya ini,orang tua mawar langsung melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa lalu pelakupun di panggil ke rumah kepala desa.akan tetapi setelah di panggil, pelaku KN bukan menyadari kesalahannya dan meminta maaf tetapi sebaliknya pelaku onani menyalahkan korban (Mawar) yang salah lihat,dan menyuru mawar yang meminta maaf karna telah mencemarkan nama baiknya.dalam hal ini pelaku juga diduga telah melakukan pengancaman terhadap keluarga korban dengan bahasa akan melaporkan atas pencemaran nama baik .

Tidak terima Mendapat ancaman pelaku,kini kedua orang tua korban (Mawar) melanjutkan pekara tersebut ke jalur hukum yang telah melaporkan kepada pihak kepolisian agar mendapat kebenaran Serta pelakupun bisa di tindak tegas sesuai perbuatan yang telah ia lakukan karna bisa merusak generasi masa depan anak.orang tua korban pun sangat berharap dalam kasus ini bisa terungkap secepatnya terutama dengan apa yang di alami anak mereka.

Pewarta (sulaidi)

Pemerintah Desa Lebong Tadai dan masayarakat Sangat Berterima Kasih Atas Batuan Dari Bupati Dan pemeritah Daerah Kabupaten Utara,

0

Infoberitanasional.com-Ucapan ribuan trimakasih dari pemerintah Desa Lebong tandai dan masyarakat,kepada Bpk bupati bengkulu utara dan dinas BPBD bengkulu utara, atas bantuan tenaga dan peralatan,kerja seperti 20 bua cangkul, 10 buah sekop, 10 unit kelenteng, 200 m selang, 20 serok, ini sangat membantu  untuk kami yang ada di Lebong tandai. dengan ada Alat-alat tersebut kami pemeritah desa dan masyarakat  lebong tandai dapat bekerja dengan baik ungkap kepala desa lebing tandai tersebut dan sudah kami pergunakan,

Untuk bekerja mengeruk jalan yang di timpah tanah kerna Bencana alam Longsur tersebut kami mengharapkan kepada pemerintah kabupaten Bengkulu utara terus membantu kami masyarakat desa lebong tanda ini di kerjakan jalan satu-satunya untuk mengakses kebutuhan keluarasuk nya warga di desa kami ungkap masyarakat desa lebing tandai kepada awak media 21 September 2025,

Dan juga kami sangat berterima kasih adanya bantuan peralatan tersebut dan sangat kaminperlikan untuk peralatan bekerja di jalan yang di timpah bencana alam Longsur ini kedepan nya kami minta kepada pemerintah kabupaten Bengkulu Utara untuk memperhatikan jalan kami untuk penghubung keluar-masuk nya masyarakat desa lebing tandai ini kerna kami sangat membutuhkan jalan yang baik untuk membawanya hasil bumi dan tanaman tubuh yang untuk menumpang kehidupan keluarga kami ungkap sala satu warga desa lebing tandai kepada awak media, (*)

Wartawan Soroti Biaya Visum di RS Ibnu Sina, Laporan Polisi Belum Tindak Lanjut

0

Infoberitanasional.com-Makassar – Wartawan Sorotanpublic.com Muhammad Ade, menyampaikan kekecewaannya karena laporan dugaan tindak pidana yang ia buat di Polsek Tallo dengan nomor LP/284/IX/2025/SPKT/Polsek Tallo belum menunjukkan perkembangan berarti.

Kesulitan juga dialaminya ketika hendak melakukan visum et repertum (VER) di RS Ibnu Sina Makassar sebagai bagian dari proses penyidikan. Pihak rumah sakit, menurut keterangan Muhammad Ade, meminta biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu. Kondisi ini membuatnya terkendala karena tidak memiliki dana yang diminta.

Padahal, berdasarkan Pasal 133–134 KUHAP, visum et repertum yang diminta penyidik untuk kepentingan peradilan merupakan tanggung jawab negara.

Ketentuan tersebut diperkuat oleh PP No. 64 Tahun 2007 tentang PNBP Kementerian Kesehatan dan Permenkes No. 12 Tahun 2020 yang menegaskan bahwa biaya visum pidana tidak boleh dibebankan kepada korban.

Muhammad Ade berharap Polsek Tallo segera menindaklanjuti laporannya sekaligus memberikan pendampingan agar proses visum tidak terhambat biaya. Ia juga meminta RS Ibnu Sina Makassar menyesuaikan prosedur dengan regulasi yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RS Ibnu Sina Makassar dan Polsek Tallo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Liputan: muhammad ade

M.Diamin Minta Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten Segera Berikan Bantuan Pangan ke Lebong Tandai Bengkulu Utara

0

Infoberitanasional.com-Bengkulu Utara – Ketua umum ormas maju bersama bengkulu (OMBB) M.Diamin sangat menyangkan lambannya respon dari dinas sosial provinsi dan dinas sosial kabupaten bengkulu utara untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Lebong tandai yang diduga mengalami krisis pangan akibat bencana alam yang terjadi.(19/9/2025)

M. Diamin Menegaskan, seharusnya dinas sosial harus bergerak cepat memberikan bantuan paca terjadinya bencana longsor di wilayah Lebong tandai kabupaten bengkulu utara.

“Jangan sudah viral di media barulah bergerak, tidak tau apa pura-pura tidak tau, “ini bencana alam yang seharusnya segera di tangani dengan cepat bagaimanapun caranya kebijakan harus di ambil demi menyelamatkan warga yang terdampak, “tegasnya.

Seperti yang dilansir dari sejumlah media online, 19 September 2025 Warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara, kini menghadapi krisis sembako akibat akses satu-satunya menuju desa tertutup longsor. Jalur rel Motor Lori Ekspres (Molek) yang menjadi transportasi utama warga tertimbun material tanah dan bebatuan sepanjang 50 meter dengan ketinggian bervariasi antara 1 hingga 10 meter.

Kondisi ini diperparah dengan medan yang ekstrem, lokasi yang jauh di tengah hutan, serta ancaman longsor susulan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bengkulu Utara, Rahmad Rizwan, mengungkapkan pihaknya sudah mengerahkan lima personel ke lokasi sejak Rabu (17/9/2025). Mereka membawa peralatan sederhana seperti cangkul, skop, selang hisap air, dan mesin pompa untuk melunakkan tanah yang mengeras.

“Kami khawatir jika hujan deras turun, material dari tebing setinggi 20 meter kembali longsor dan menimbun jalur Molek. Petugas kami sudah diimbau berhati-hati dan menghentikan pekerjaan saat hujan untuk mencegah terjadinya korban jiwa,” jelas Rahmad, Jumat (19/9/2025).

Situasi ini memaksa warga harus berganti tiga kali transportasi Molek, berjalan kaki, dan mengangkut barang secara manual di titik longsor sebelum melanjutkan perjalanan dengan kendaraan roda empat melalui jalur PT Alno. Ongkos angkutan pun melonjak hingga tiga kali lipat.

“Harga sembako naik drastis, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” keluh Misnawati, perwakilan warga Lebong Tandai.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Pemprov Bengkulu, hingga pemerintah pusat untuk segera memberikan bantuan darurat, memperbaiki akses jalan, dan menjamin ketersediaan sembako agar desa tidak semakin terisolasi,”pintanya.

Hingga berita ini diterbitkan belum dapat dikonfirmasi kepala dinas sosial provinsi Bengkulu dan kepala dinas sosial kabupaten bengkulu utara. Untuk dimintai keterangan terkait proses bantuan sembako di Lebong Tandai.(sulaidi)

Warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara, kini menghadapi krisis sembako.

0

Infoberitanasional.com-Bengkulu Utara – 19 September 2025 Warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara, kini menghadapi krisis sembako akibat akses satu-satunya menuju desa tertutup longsor. Jalur rel Motor Lori Ekspres (Molek) yang menjadi transportasi utama warga tertimbun material tanah dan bebatuan sepanjang 50 meter dengan ketinggian bervariasi antara 1 hingga 10 meter.

Kondisi ini diperparah dengan medan yang ekstrem, lokasi yang jauh di tengah hutan, serta ancaman longsor susulan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bengkulu Utara, Rahmad Rizwan, mengungkapkan pihaknya sudah mengerahkan lima personel ke lokasi sejak Rabu (17/9/2025). Mereka membawa peralatan sederhana seperti cangkul, skop, selang hisap air, dan mesin pompa untuk melunakkan tanah yang mengeras.

“Kami khawatir jika hujan deras turun, material dari tebing setinggi 20 meter kembali longsor dan menimbun jalur Molek. Petugas kami sudah diimbau berhati-hati dan menghentikan pekerjaan saat hujan untuk mencegah korban jiwa,” jelas Rahmad, Jumat (19/9/2025).

Namun, pembersihan material longsor belum maksimal. Personel BPBD terpaksa menghentikan pekerjaan sementara karena kondisi cuaca yang belum bersahabat dan material tebing masih sering berjatuhan. Petugas sementara menginap di rumah warga sambil menunggu cuaca membaik.

Situasi ini memaksa warga harus berganti tiga kali transportasi Molek, berjalan kaki, dan mengangkut barang secara manual di titik longsor sebelum melanjutkan perjalanan dengan kendaraan roda empat melalui jalur PT Alno. Ongkos angkutan pun melonjak hingga tiga kali lipat.

“Jembatan tua peninggalan Belanda juga hampir ambruk, dan kini longsor tidak hanya di satu titik tetapi di dekat pintu terowongan pun terjadi. Harga sembako naik drastis, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” keluh Misnawati, perwakilan warga Lebong Tandai.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Pemprov Bengkulu, hingga pemerintah pusat untuk segera memberikan bantuan darurat, memperbaiki akses jalan, dan menjamin ketersediaan sembako agar desa tidak semakin terisolasi

Indonesia Game Experience (IGX) 2025 Berlangsung Sukses di Semarang

0

Infoberitanasional.com-Semarang, Setelah sukses digelar di Tangerang dan Surabaya, Indonesia Game Experience (IGX) 2025 kini hadir di The Park Semarang sebagai kota ketiga dalam rangkaian roadshow nasional.

Acara industri game dan konten digital terbesar ini diselenggarakan oleh Asosiasi Game & Konten Digital Indonesia (AGKDI), dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, APTIKNAS, APKOMINDO, APGI, dan PERATIN.

Mengusung semangat integrasi budaya, teknologi, dan kecerdasan artifisial (AI), IGX 2025 dirancang untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif digital di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Acara ini menghadirkan beragam aktivitas, termasuk turnamen esports amatir dengan total hadiah Rp 50.000.000 untuk game populer seperti Point Blank, VALORANT, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Ayodance, Counter Strike 2, Free Fire, dan Honor of Kings.

Selain itu, ada juga AGKDI Tech Summit 2025 yang mengangkat tema “Educating the Future: Integrating Culture, Technology, and AI in Creative Industries”.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, asosiasi, dan perwakilan industri teknologi ternama. Berikut adalah mereka yang turut hadir dan memberikan sambutan:
• Hernowo Budi Luhur, Asisten Ekonomi, Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat Kota Semarang, mewakili Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti yang berhalangan hadir.
• Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum. (Direktur Pengembangan Budaya Digital, Kemenbud RI) mewakili Ahmad Mahendra, M.T.r.AP. (Dirjen Kebudayaan Kemenbud RI)
• Dr. Ir. Feri Arlius, MSc., Direktur Sarana Prasarana Kemenbud RI.
• Ir. Soegiharto Santoso, SH. (Ketua Umum DPP APTIKNAS dan DPP APKOMINDO)
• Bheri Priyo Hartanto, General Manager Household Consumer Business Region Jawa Tengah and DIY Telkomsel
• Edy Joko Kiswanto (Ketua DPD APTIKNAS dan APKOMINDO Jawa Tengah)
• Andi Mulja Tanudiredja (PT Masterdata Digital Cyberindo, Partner TAITRA Jakarta)
• Santi Silviana (Operations Manager The Park Semarang)

Hernowo Budi Luhur, dalam sambutan mewakili Walikota menyatakan menyambut baik acara ini dan mengatakan, “Semarang bangga menjadi tuan rumah IGX 2025. Event ini menggerakkan ekonomi kreatif, pariwisata, dan menjadi wadah positif untuk anak muda Kota Semarang.”

Pernyataan senada disampaikan oleh Ir. Soegiharto Santoso, SH., Ketua Umum DPP APTIKNAS & Ketua Umum APKOMINDO, mengatakan IGX Semarang sebagai momentum penting untuk menghubungkan teknologi, budaya, dan industri kreatif.

“Saya yakin acara ini bisa mendorong Jawa Tengah menjadi salah satu pusat ekosistem digital nasional,” ujar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Waketum Serikat Pers Republik Indonesia, dan Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Jenderal Kemenbud RI, Ahmad Mahendra, M.Tr.AP., yang diwakili oleh Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara. “Kita tahu bahwa ini visi yang luar biasa untuk ekosistem game, animasi, dan teknologi diwujudkan dalam acara sebesar ini. Potensi ini tidak hanya dalam hal hiburan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi,” ujarnya.

Beliau menambahkan, “Kehadiran kita semua hari ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk mengembangkan ekosistem game, animasi, dan teknologi digital di Indonesia. Kita tidak hanya melihat potensi, tetapi juga bertindak nyata untuk mewujudkannya.”

Dalam sambutannya, Andi Syamsu Rijal juga berharap agar IGX 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga jembatan yang membuka peluang ekonomi baru serta mendorong talenta-talenta muda bangsa untuk berkarya dan berprestasi. “Mari kita jadikan IGX sebagai titik tolak untuk terus berinovasi, melahirkan kolaborasi, dan ide-ide brilian. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi karya kreatif yang tak terbatas di bidang digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum AGKDI, Hendri Andrigo Sutanto, menegaskan bahwa IGX Semarang adalah langkah penting dalam misi asosiasi untuk menghubungkan industri game, konten digital, dan budaya Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa game tidak hanya dilihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi kreatif,” ujarnya. Ia berharap Semarang menjadi salah satu pusat ekosistem digital yang terus berkembang berkat dukungan komunitas dan sponsor.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Sekjen APGI, yang juga menjabat sebagai Ketua Komtap Teknologi Finansial dan Inovasi Pembayaran Digital DPP APTIKNAS, Angelika Putri, menyatakan komitmen APTIKNAS untuk mendukung infrastruktur digital, memastikan industri game dan konten kreatif memiliki fondasi teknologi yang kuat.

Edy Joko Kiswanto, Ketua DPD APTIKNAS dan APKOMINDO Jawa Tengah, berharap acara ini dapat membantu komunitas teknologi dan gamer di Jawa Tengah naik level, menjadikannya sebagai titik awal kolaborasi.

Andi Mulja Tanudiredja dari PT Masterdata Digital Cyberindo, sebagai partner TAITRA Jakarta, mengatakan bahwa mereka membawa inovasi global ke Semarang. Menurutnya, IGX adalah jembatan antara teknologi dunia dan kreativitas lokal.

Santi Silviana, Operations Manager The Park Semarang, menambahkan bahwa The Park selalu mendukung kegiatan yang menginspirasi anak muda dan IGX Semarang menghadirkan suasana yang berbeda dan penuh semangat.

AGKDI Tech Summit: Edukasi dan Insight bagi Pelaku Industri
Sebagai bagian dari rangkaian acara, AGKDI Tech Summit diselenggarakan pada 18 September 2025 pukul 13.00 – 17.00 WIB. Summit ini menghadirkan pembicara ahli untuk membahas pemanfaatan teknologi mutakhir dalam industri kreatif, dengan narasumber:
1. Dr. Ir. Feri Arlius, M.sc (Direktur SarPras Kemenbud RI) – Revitalisasi Infrastruktur Budaya untuk Transformasi Ekonomi Digital
2. Andi Mulja Tanudiredja (Wakil Ketua Umum DPP APTIKNAS)
3. Michael Edward (Giga Computing Indonesia) – Cloud Computing: Tulang Punggung Ekosistem AI
4. Ridwan Fariz (AMD) – Era Baru AI dan Inovasi Teknologi
5. Malvino Sukamito (Seagate) – Menyimpan Data Dunia Tanpa Batas
6. Vincent Suriadinata, SH., MH. (Mustika Raja Law Office)

Rangkaian Acara Unggulan
• Opening Ceremony (18 September 2025) – Dibuka secara resmi dengan sambutan tokoh penting nasional, pemerintah, asosiasi industri, hingga mitra internasional.
• AGKDI Tech Summit (18 September 2025) – Mengusung tema: “Educating the Future: Integrating Culture, Technology, and AI in Creative Industries”.
• Cosplay Parade (21 September 2025) – Parade kostum terbesar di Semarang yang melibatkan cosplayer dari berbagai komunitas.
• Esports Tournament (20–21 September 2025) – Pertandingan Point Blank, Valorant, Ayodance, Counter-Strike 2, Mobile Legends, Free Fire, dan Honor of Kings dengan total prize pool Rp 50.000.000.
• Marketplace & Promo Produk – Pengunjung bisa mencoba produk gaming, hardware, dan aksesori teknologi dari brand-brand internasional dengan penawaran spesial.

Event ini didukung oleh para Main Sponsor terkemuka, yaitu: Taiwan Excellence, AMD, GIGA COMPUTING, Samsung Lexar, RYUNIX, ASRock, MSI, Steelseries, HYTE, TEAM, THRUSTMASTER, Telkomsel, IndiHome, Seagate, FINPAY, dan lain-lain.

IGX 2025 terbuka untuk umum. Para gamer dan tech enthusiast dapat melakukan registrasi gratis melalui tautan linktree/IGX2025SMR