14.1 C
New York
Minggu, Oktober 11, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 41

Oleh: Jurnalis Kefas Hervin Devananda alias Romo Kefas

0

Jurnalis , Penggiat Budaya, Aktivis 98

Infoberitanasional.com-&Jakarta – Indonesia sejak awal tidak pernah dibangun sebagai negara milik satu kelompok. Republik ini lahir dari perjumpaan banyak identitas: suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang yang berbeda-beda. Para pendiri bangsa memahami bahwa Indonesia terlalu besar jika dipaksa berdiri di atas dominasi satu golongan.

Karena itu lahirlah semangat Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu.

Namun setelah puluhan tahun reformasi berjalan, publik mulai melihat satu kenyataan yang sulit dibantah: demokrasi Indonesia sering kali masih gagal menghadirkan rasa setara bagi semua warga negara.

Di atas kertas, semua memiliki hak yang sama. Tetapi dalam praktik sosial dan politik, masih ada kelompok yang merasa suaranya tidak benar-benar didengar. Masih ada masyarakat kecil yang merasa hanya dibutuhkan saat pemilu. Masih ada kelompok minoritas yang hidup dalam kecemasan sosial ketika identitas agama dijadikan alat mobilisasi politik.

Dan yang paling berbahaya, politik Indonesia perlahan mulai kehilangan kedewasaan kebangsaannya.

Hari ini politik terlalu sering dimainkan dengan emosi identitas. Perbedaan agama dijadikan alat propaganda. Kebencian dipelihara demi elektabilitas. Ruang publik dipenuhi pertengkaran tanpa arah, sementara rakyat kecil tetap bergelut dengan kemiskinan, pendidikan yang mahal, lapangan kerja yang sempit, dan ketidakpastian masa depan.

Inilah ironi demokrasi modern Indonesia.

Rakyat dipaksa memilih elite yang terus berbicara tentang persatuan, tetapi dalam praktiknya justru sering memelihara polarisasi.

Budaya lokal Indonesia sejatinya tidak pernah mengajarkan politik kebencian.

Masyarakat Sunda mengenal filosofi silih asah, silih asih, silih asuh — saling membangun, saling mengasihi, dan saling menjaga. Dalam budaya Jawa ada prinsip memayu hayuning bawana, menjaga harmoni kehidupan bersama. Masyarakat Batak memiliki falsafah dalihan na tolu yang menekankan penghormatan sosial dan keseimbangan relasi. Di Minahasa hidup budaya mapalus atau gotong royong tanpa memandang perbedaan agama dan status sosial.

Semua budaya Nusantara sebenarnya mengajarkan satu hal yang sama: manusia harus diperlakukan sebagai manusia.

Tetapi politik modern sering justru bergerak ke arah sebaliknya.

Ketika agama mulai diperalat untuk kepentingan kekuasaan, maka demokrasi perlahan berubah menjadi arena ketakutan. Minoritas dipaksa diam agar dianggap aman. Kelompok kecil harus berhitung untuk bersuara. Bahkan toleransi sering hanya menjadi slogan formal di panggung seremonial, tetapi belum sepenuhnya hidup dalam praktik politik sehari-hari.

Di tengah situasi itulah mulai muncul diskusi yang semakin menarik di ruang publik: mungkinkah lahir sebuah partai Kristen sebagai politik kebangsaan alternatif yang memperjuangkan kesetaraan, toleransi, dan hak semua warga negara?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan semata tentang agama. Ini adalah respon sosial terhadap kegelisahan sebagian masyarakat yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap wajah politik lama.

Banyak rakyat mulai lelah melihat politik yang hanya hadir saat pemilu, tetapi absen dalam perjuangan keadilan sosial. Mereka merindukan kekuatan politik yang berbicara tentang moralitas, keberanian membela yang lemah, penghormatan terhadap keberagaman, dan politik yang lebih manusiawi.

Di sinilah wacana partai Kristen menjadi menarik untuk dibaca secara objektif.

Jika kekuatan politik seperti itu muncul, maka kekuatannya tidak boleh terletak pada simbol salib atau identitas agamanya semata. Sebab Indonesia bukan negara agama. Indonesia adalah rumah bersama.

Yang harus diperjuangkan justru nilai universal yang hidup dalam ajaran Kristiani: kasih terhadap sesama, keberanian membela kaum tertindas, kejujuran, pelayanan, anti-korupsi, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesediaan merangkul semua golongan tanpa diskriminasi.

Dengan kata lain, partai Kristen hanya akan relevan jika ia tampil bukan sebagai politik identitas, tetapi sebagai politik kebangsaan yang berpihak pada kemanusiaan.

Karena sesungguhnya rakyat Indonesia hari ini tidak sedang kekurangan partai politik. Yang kurang adalah keteladanan moral.

Publik sudah terlalu lama menyaksikan elite yang berbicara tentang agama tetapi terjerat korupsi. Berbicara tentang nasionalisme tetapi memelihara kebencian sosial. Berbicara tentang rakyat kecil tetapi hidup jauh dari penderitaan masyarakat.

Maka jika partai Kristen ingin hadir sebagai alternatif kebangsaan, ia harus berani berbeda secara nyata — bukan sekadar berbeda warna bendera.

Ia harus hadir membela petani yang kehilangan tanah, nelayan kecil yang tersingkir, buruh yang tidak mendapat keadilan, guru honorer yang hidup dalam ketidakpastian, masyarakat adat yang haknya dirampas, hingga kelompok minoritas yang sering diperlakukan tidak setara.

Politik seperti itulah yang sesungguhnya dirindukan rakyat.

Pribahasa Sunda mengatakan, “Caina herang, laukna beunang.” Menyelesaikan persoalan tanpa merusak keharmonisan. Politik Indonesia ke depan seharusnya bergerak ke arah itu: memperjuangkan perubahan tanpa memecah bangsa.

Karena Indonesia tidak membutuhkan politik yang memperbesar rasa takut antarwarga negara. Indonesia membutuhkan politik yang mampu membangun rasa saling percaya.

Dan mungkin di tengah krisis keteladanan politik hari ini, munculnya gagasan partai Kristen sebagai politik kebangsaan alternatif adalah tanda bahwa sebagian masyarakat sedang mencari harapan baru — sebuah politik yang tidak dibangun di atas kebencian identitas, tetapi di atas keberanian memperjuangkan kesetaraan, toleransi, dan kemanusiaan sebagai fondasi masa depan Indonesia./Samsul bahri

KETUM OMBB DESAK POLRES EMPAT LAWANG TINDAK LANJUTI LAPORAN PENGANIAYAAN SECARA PROFESIONAL DAN TRANSPARAN*

0

Infoberitsnasional.com-Sumsel Empat Lawang – Ketua Umum Organisasi Masyarakat Maju Bersama Bengkulu (OMBB) Majelis Pimpinan Nasional, *Muhamad Diamin*, mendesak Polres Empat Lawang segera menindaklanjuti laporan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan masyarakat.

Laporan tersebut tercatat dengan *Nomor: LP/B/154/IV/2026/SPKT/Polres Empat Lawang/Polda Sumsel* tertanggal *30 April 2026*, dengan pelapor atas nama *Umaiyah*. Kasus ini saat ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Empat Lawang.

“Kami turun langsung mendampingi masyarakat untuk memastikan laporan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Namun hingga hampir satu bulan berjalan, belum ada perkembangan yang jelas. Kami khawatir ini menimbulkan ketidakpastian hukum bagi korban,” tegas Muhamad Diamin di Empat Lawang.

OMBB menilai penanganan laporan masyarakat harus dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan sesuai amanat Undang-Undang. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya dalam kasus yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak.

*Oleh karena itu, OMBB menyatakan:*

1. *Mendesak* Unit PPA Polres Empat Lawang segera melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
2. *Meminta* Kapolres Empat Lawang memberikan atensi dan supervisi langsung terhadap kasus ini agar tidak berlarut-larut.
3. *Menegaskan* komitmen OMBB untuk terus mengawal dan mendampingi masyarakat pencari keadilan hingga ada kepastian hukum.

OMBB sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI dengan SK http://AHU-0009439.AH.01.07.TAHUN 2020, akan terus berperan aktif dalam pendampingan masyarakat dan pengawasan kebijakan publik di seluruh wilayah kerja.Di Indonesia,

Gotong Royong Warga Perbaiki Rumah Orang Tua Kaperwil Media Infoberitanasional Pasca Kebakaran, Bantuan Diharapkan dari Pemerintah dan Dermawan,

0

Empat Lawang,  Infoberitanasional.Com – Warga dan keluarga besar di Desa Paduraksa,Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang,Provinsi Sumatera Selatan, tampak kompak bekerja bahu-membahu melakukan kegiatan gotong royong memperbaiki kediaman milik orang tua Sulaidi.S, Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Infoberitanasional. Provinsi Bengkulu, pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah darurat agar bangunan tersebut kembali dapat dihuni dan berfungsi kembali sebagai tempat berlindung, tak lama setelah rumah itu dilahap si jago merah yang memusnahkan seluruh isinya beberapa waktu lalu.

Peristiwa kebakaran yang menimpa kediaman tersebut mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan mendalam bagi keluarga.Hampir seluruh perabotan rumah tangga, pakaian,dokumen penting,hingga barang berharga milik keluarga ludes terbakar habis tak bersisa.Akibat musibah yang tak terduga itu,orang tua Sulaidi.S kehilangan tempat tinggal yang layak dan sempat berada dalam kondisi serba kekurangan,terpaksa bertahan hidup tanpa perlengkapan yang memadai. Melihat keadaan yang memprihatinkan itu, kerabat,tetangga, dan keluarga besar berinisiatif berkumpul dan bergotong royong melakukan perbaikan seadanya, memanfaatkan bahan dan material yang masih bisa dipergunakan maupun yang dikumpulkan secara swadaya dari lingkungan sekitar, tanpa menunggu bantuan dari pihak luar.

Meski hanya mengandalkan tenaga dan bahan yang sangat terbatas,semangat kebersamaan dan kepedulian sangat terasa menyelimuti suasana di lokasi pengerjaan.Tujuan utama kegiatan ini sangat sederhana namun mendesak: agar rumah itu sekurang-kurangnya sudah layak digunakan sebagai tempat berteduh dari terik panas matahari maupun derasnya hujan, meskipun belum lengkap perabotannya seperti sebelum kejadian kebakaran terjadi.Di tengah segala keterbatasan yang ada,keluarga tetap bersyukur karena masih memiliki dukungan moril dan bantuan tenaga yang tulus dari orang-orang terdekat dan warga sekitar yang peduli.

Sulaidi.S,yang turut serta langsung membantu proses perbaikan dan memimpin kegiatan tersebut,mengaku sangat berterima kasih dan tersentuh atas kepedulian serta bantuan tenaga yang telah diberikan oleh seluruh keluarga, kerabat,maupun warga desa yang ikut terlibat.Namun di sisi lain,ia menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan swadaya keluarga memiliki batasan yang cukup besar, sehingga perbaikan secara menyeluruh dan pemulihan kondisi rumah seperti semula belum bisa terwujud sepenuhnya hanya dengan tenaga sendiri.Oleh karena itu,ia menyampaikan harapan yang sangat besar kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, juga pemerintah di provinsi Bengkulu, untuk turut campur tangan dan memberikan perhatian khusus terhadap musibah yang menimpa keluarganya ini.

Tak hanya kepada pemerintah,harapan yang tak terhingga juga disampaikan kepada para pemangku kebijakan,para dermawan,serta seluruh lapisan masyarakat yang memiliki hati nurani dan keinginan untuk berbagi.Bagi siapa saja yang ingin memberikan sedikit sebagian rezekinya untuk membantu meringankan beban keluarga,segala bentuk sumbangan sangat dinantikan dan akan diterima dengan tangan terbuka.Bantuan apa pun bentuknya, sekecil apa pun nilainya,baik berupa bahan bangunan, material pembangunan, maupun bantuan lainnya,sangat diharapkan dan akan sangat berarti bagi proses perbaikan rumah tersebut.

Untuk memudahkan penyaluran bantuan, Sulaidi.S menginformasikan bahwa segala bentuk uluran tangan dapat dikirimkan melalui rekening bank di wilayah Provinsi Bengkulu.“Harapan ini kami sampaikan dengan penuh keyakinan dan besar harapan kami sekeluarga,mohon bantuannya serta partisipasinya dari semua pihak agar orang tua kami kembali memiliki hunian yang layak, aman,dan nyaman untuk ditempati,” tambahnya dengan nada memohon.

DenganNmr Rekening,1030-2010-93272.

Bank Bengkulu,

Atas Nama:Sulaidi

Hingga berita ini diturunkan,proses perbaikan darurat masih terus berlangsung dengan segala keterbatasan yang ada.Keluarga korban bencana kebakaran ini tetap berdoa dan menanti respon positif serta kepedulian tulus dari pemerintah,para dermawan,maupun masyarakat luas, agar beban berat yang sedang dipikul dapat sedikit terangkat dan kehidupan keluarga segera pulih kembali seperti sedia kala. Desa Paduraksa sendiri merupakan wilayah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat kecamatan dan kurang lebih 50 kilometer dari ibu Kota Kabupaten Empat Lawang,di mana semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masih sangat kental dan erat dipegang teguh oleh seluruh warganya.

Pewarta : Red Bengkulu,

Karang Taruna Desa Lingge Gelar Bakti Sosial,Salurkan Bantuan Kepada Ibu Yamsi Korban Kebakaran di Desa Paduraksa,

0

Kab Empat Lawang, Infoberitanasional.com – Semangat kepedulian dan persaudaraan yang tinggi ditunjukkan oleh Karang Taruna Desa Lingge, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang. Organisasi kepemudaan ini menggelar kegiatan bakti sosial dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako kepada warga yang sedang tertimpa musibah kebakaran, yakni Ibu Yamsi (78 tahun), yang berdomisili di Desa Paduraksa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh segenap pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Lingge ke kediaman korban yang kini hanya menyisakan sisa bangunan yang hangus terbakar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemuda-pemudi desa dalam berbagi, saling membantu, dan meringankan beban sesama warga masyarakat, meski berbeda wilayah desa, namun tetap dalam satu naungan kecamatan yang sama.

Kehadiran rombongan pemuda Desa Lingge tersebut ditandai dengan dikibarkannya bendera kebesaran organisasi bertuliskan “KARANG TARUNA DESA LINGGE” di lokasi kejadian. Kehadiran mereka disambut penuh haru, rasa syukur, dan kebahagiaan mendalam oleh keluarga korban, khususnya Sulaidi.S, anak kandung Ibu Yamsi yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) Provinsi Bengkulu media Infoberitanasional.com.

Sulaidi.S mengaku sangat tersentuh dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan langkah nyata yang dilakukan para pemuda Desa Lingge ini. Menurutnya, perhatian yang diberikan Karang Taruna sangat berarti dan menjadi penghiburan besar bagi ibunya yang sudah lanjut usia dan kehilangan segalanya akibat jago merah.

“Saya mewakili keluarga, khususnya mewakili orang tua saya Ibu Yamsi, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak-anak muda Karang Taruna Desa Lingge. Terima kasih banyak telah berkenan hadir, peduli, dan menyalurkan bantuan sembako ini kepada orang tua saya yang sedang tertimpa musibah kebakaran. Perhatian dan kepedulian ini sangat berharga bagi kami, menjadi kekuatan moril, dan membuktikan bahwa rasa persaudaraan antar warga itu sangat erat,” ungkap Sulaidi.S dengan nada haru di lokasi kejadian.

Ketua atau perwakilan Karang Taruna Desa Lingge dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian organisasi pemuda. Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya bergerak di bidang kepemudaan atau kegiatan di dalam desanya sendiri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan membantu siapa saja yang sedang dalam kesulitan.

“Kami segenap pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Lingge merasa terpanggil untuk hadir dan membantu Ibu Yamsi dan keluarga yang sedang tertimpa musibah di Desa Paduraksa. Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai pemuda-pemudi, bukti bahwa kami ada dan peduli. Bantuan berupa sembako yang kami berikan ini memang sederhana, hasil dari kebersamaan dan gotong royong kami, namun kami berharap dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari Beliau dan keluarga,” ujar perwakilan Karang Taruna.

Lebih lanjut ia berharap, semangat kepedulian dan kebersamaan ini dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Sinergitas yang baik antar organisasi pemuda, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan senantiasa terjalin erat demi kemajuan dan kesejahteraan bersama di wilayah Kecamatan Sikap Dalam.

Kegiatan bakti sosial ini berjalan dengan lancar, penuh suasana kekeluargaan, dan meninggalkan kesan positif yang mendalam, sekaligus semakin mempererat tali persaudaraan serta kebersamaan antara pemuda Desa Lingge dan masyarakat luas, termasuk warga Desa Paduraksa.

Pewarta : Tim Red,

Kapolsek Ulu Musi IPTU Arsan Pajri Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan Kepada Lansia Korban Kebakaran di Desa Paduraksa

0

Empat Lawang, Infoberitanasional.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ulu Musi, Polres Empat Lawang, Polda Sumatera Selatan, menunjukkan kepedulian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Ulu Musi, IPTU Arsan Pajri, dan didampingi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Paduraksa, Kardopi, pihak kepolisian menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Ibu Yamsi (78 tahun), seorang lansia berstatus janda yang rumahnya ludes terbakar hingga rata dengan tanah di Desa Paduraksa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.

Penyerahan bantuan berupa paket sembako, bahan makanan pokok, dan kebutuhan pokok lainnya dilakukan tepat di lokasi kediaman korban yang kini hanya menyisakan puing-puing dan sisa bangunan yang hangus terbakar. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, sekaligus sebagai wujud nyata rasa simpati, empati, serta pelaksanaan tugas pokok Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami kesulitan dan musibah berat.

Kehadiran Kapolsek Ulu Musi beserta anggota, didampingi langsung oleh Sekdes Paduraksa, Kardopi, di tengah sisa-sisa bangunan rumah tersebut disambut penuh haru, rasa syukur, dan kebahagiaan mendalam dari keluarga korban. Salah satu anak kandung Ibu Yamsi, yaitu Sulaidi.S yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) Provinsi Bengkulu media Infoberitanasional.com, mengaku sangat tersentuh dan berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan jajaran Polsek Ulu Musi serta pemerintah desa.

Sulaidi.S menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolsek Ulu Musi, IPTU Arsan Pajri, Sekdes Paduraksa, Kardopi, dan seluruh jajaran yang hadir. Menurutnya, kehadiran dan bantuan yang diberikan di saat keluarganya sedang berduka kehilangan tempat tinggal satu-satunya menjadi kekuatan moril yang sangat berarti dan memberikan penghiburan besar bagi orang tuanya yang sudah lanjut usia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolsek Ulu Musi, Bapak IPTU Arsan Pajri, serta Bapak Sekdes Paduraksa, Bapak Kardopi, beserta seluruh anggota yang telah berkenan hadir langsung memberikan perhatian dan bantuan di tengah musibah yang menimpa keluarga kami. Kepedulian dan kebersamaan ini sangat berharga, menjadi penghiburan bagi ibu saya, dan membuktikan bahwa Polri dan pemerintah desa benar-benar hadir, peduli, dan dekat dengan nasib warganya,” ungkap Sulaidi.S dengan nada haru di lokasi kejadian.

Dalam kesempatan penyerahan bantuan tersebut, Kapolsek Ulu Musi, IPTU Arsan Pajri, menyampaikan rasa turut berdukacita mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa Ibu Yamsi dan seluruh keluarga. Ia menegaskan bahwa kehadiran pihaknya adalah wujud nyata keberpihakan Polri pada kemanusiaan, hadir membantu tanpa menunggu diminta, terutama saat masyarakat sedang dalam kesulitan, serta makna pengabdian di momen Hari Bhayangkara ke-80.

“Kami hadir ke sini semata-mata karena rasa kemanusiaan dan kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat. Mendengar ada warga kami, Ibu Yamsi, yang tertimpa musibah kebakaran dan kehilangan segalanya, tentu kami harus cepat turun tangan didampingi pemerintah desa setempat. Bantuan yang kami berikan ini memang sederhana, namun semoga bisa sedikit meringankan beban Beliau dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap Ibu tetap bersabar, tabah, dan selalu diberikan kesehatan serta kekuatan hati menghadapi ujian ini,” tegas Kapolsek IPTU Arsan Pajri.

Sementara itu, Sekdes Desa Paduraksa, Kardopi, yang turut mendampingi dalam penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon cepat dan kepedulian jajaran Polsek Ulu Musi terhadap warga desanya. Ia berharap sinergitas antara pihak kepolisian dan pemerintah desa senantiasa terjalin erat, baik dalam menjaga keamanan maupun dalam menangani masalah sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan komitmen institusinya untuk selalu sigap dan hadir membantu masyarakat dalam situasi apa pun, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban, maupun dalam meringankan beban musibah yang menimpa warga. Sinergitas dan kebersamaan antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin erat demi kebaikan dan kenyamanan bersama di wilayah hukum Polsek Ulu Musi.

Hingga berita ini diturunkan, bantuan telah diterima langsung oleh Ibu Yamsi dan keluarga dalam keadaan selamat dan sehat. Kepedulian dari pihak kepolisian dan pemerintah desa ini menjadi tambah dukungan nyata bagi keluarga korban pasca musibah yang menimpa beberapa waktu lalu.

Pewarta : Tim Red,

Gerak Cepat Pemerintah Empat Lawang:BPBD Dan Dinsos Salurkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Korban Kebakaran Rumah Lansia,

0

EMPAT LAWANG,  Infoberitanasional.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang,Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan kepedulian dan respons yang sangat cepat pasca terjadinya musibah kebakaran yang melanda kediaman Ibu Yamsi (78 tahun),seorang lansia berstatus janda yang tinggal seorang diri di Desa Paduraksa,Kecamatan Sikap Dalam. Hanya berselang satu hari setelah peristiwa nahas yang menghanguskan seluruh rumah beserta isinya, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Langkah cepat ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memprioritaskan nasib warganya yang sedang tertimpa musibah. Kehadiran rombongan pemerintah daerah ini disambut penuh haru,rasa syukur, dan ucapan terima kasih yang mendalam dari keluarga korban, khususnya Sulaidi.S yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) Provinsi Bengkulu media Infoberitanasional.Com,selaku anak kandung Ibu Yamsi.

Sulaidi.S.mengungkapkan rasa puji syukur yang tak terhingga dan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar yang diberikan Bupati Empat Lawang.Dr. H.Joncik Muhammad,S.Si., S.H.,M.M.,Menurutnya,respon cepat yang ditunjukkan oleh Bupati beserta seluruh jajarannya, yang segera menurunkan tim bantuan hanya dalam hitungan jam pascakejadian, menjadi penghiburan terbesar di tengah kesedihan mendalam akibat hilangnya tempat tinggal satu-satunya orang tuanya.

“Kami mengucapkan puji syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas respon cepat Bupati Empat Lawang, Bapak Joncik Muhammad.Beliau tidak hanya peduli secara kebijakan, tetapi nyata bertindak cepat memperhatikan masyarakatnya yang sedang tertimpa musibah.Bagi kami, perhatian ini sangat berarti dan menjadi kekuatan besar bagi keluarga,terutama ibu saya yang sudah lanjut usia,untuk bangkit kembali,” ungkap Sulaidi.S dengan nada haru di lokasi kejadian.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung secara langsung dan dihadiri oleh Camat Kecamatan Sikap Dalam,Ulu Musi, yang turut mendampingi tim dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Empat Lawang.Kehadiran unsur pemerintahan dari tingkat desa, kecamatan,hingga kabupaten ini menunjukkan sinergi yang baik dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu,Sarni,S.H.Camat Sikap Dalam menyampaikan rasa turut berdukacita mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warganya sehari sebelumnya.Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan senantiasa siap siaga dan akan selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam keadaan suka maupun duka, terlebih saat terjadi musibah yang merugikan seperti ini.Ia juga berharap keluarga korban dapat bersabar, tetap tabah, dan meyakini bahwa ada hikmah besar di balik setiap kejadian yang menimpa.

“Kami dari pihak kecamatan akan selalu hadir melayani masyarakat,memenuhi apa pun kebutuhan yang diperlukan,apalagi menghadapi musibah kebakaran seperti ini.Saya berharap keluarga korban bersabar dan tabah,semoga ada hikmah kebaikan di balik musibah yang terjadi ini.Sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam,kami bersyukur Nenek kami,Ibu Yamsi,dalam keadaan sehat walafiat dan selamat tanpa luka sedikit pun dari peristiwa yang memilukan tersebut,”tegas Camat Sikap Dalam.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang yang dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Dinas secara langsung dikarenakan ada tugas kedinasan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan.Ia menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang dialami Ibu Yamsi dan keluarga,serta menegaskan komitmen instansinya untuk terus hadir memberikan perlindungan sosial.

“Kami turut prihatin mendalam atas musibah yang menimpa Ibu Yamsi dan keluarga.Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,pasca terjadinya musibah ini Beliau masih dalam keadaan sehat dan selamat, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Kami dari Dinas Sosial berkomitmen penuh untuk selalu hadir memberikan tindakan nyata.Hari ini kami serahkan bantuan berupa paket sembako untuk membantu meringankan beban kebutuhan hidup pasca musibah. Semoga ada hikmahnya,Ibu Yamsi diharapkan tetap bersabar, tenang,dan selalu menjaga kesehatan di usia yang sudah lanjut ini,”ungkap perwakilan Dinas Sosial.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan dari BPBD Kabupaten Empat Lawang yang turut bergabung dalam rombongan penyaluran bantuan. Pihak BPBD menyampaikan rasa turut berdukacita dan berharap keluarga korban tetap bersabar serta menjaga stamina kesehatan.Bantuan berupa sembako yang diserahkan ini diharapkan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban kebutuhan dasar keluarga di masa sulit ini.

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa Ibu Yamsi dan seluruh keluarga.Tetaplah bersabar,tenang,dan jaga kesehatan yang utama.Kami dari BPBD akan selalu hadir membantu penanganan pasca bencana agar masyarakat merasa aman dan diperhatikan.Bantuan sembako ini kami berikan,semoga bermanfaat dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,”ujar perwakilan BPBD.

Di tempat yang sama,Kepala Desa Paduraksa,Alexandr, juga menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya dan apresiasi luar biasa atas respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang,khususnya perhatian Bupati Joncik Muhammad yang segera menggerakkan jajaran Dinas Sosial, BPBD,serta unsur Kecamatan Sikap Dalam untuk turun langsung ke lokasi. Ia mengaku sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap warga sekaligus kerabatnya sendiri, Ibu Yamsi,yang rumah beserta seluruh harta bendanya ludes terbakar hingga rata dengan tanah dan tak terselamatkan sedikit pun.

“Saya selaku Kepala Desa sangat berterima kasih dan bangga atas respon cepat Bapak Bupati serta jajaran Dinsos, BPBD,dan Camat Sikap Dalam yang langsung hadir membantu warga kami,sekaligus keluarga kami sendiri,Bibik Yamsi. Beliau adalah lansia janda yang hidup sebatang kara, sehingga perhatian pemerintah ini sangat berarti bagi kami semua.Terima kasih atas perhatian dan bantuan sembako yang diberikan,semoga dapat meringankan beban beliau dan keluarga yang sedang tertimpa musibah,”pungkas Alexandr.

Hingga berita ini diturunkan,bantuan telah diterima langsung oleh keluarga korban dan Ibu Yamsi dalam keadaan sehat serta ditemani kerabat dekat.Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi keluarga korban guna memastikan kebutuhan dasar terpenuhi hingga tempat tinggal beliau dapat dibangun kembali.

Pewarta : Tim Red,

Rumah Lansia Janda Orang Tua Kaperwil Media Hangus Rata dengan Tanah,Keluarga Mohon Perhatian Pemkab Empat Lawang dan Pemprov Sumsel,

0

EMPAT LAWANG, Infoberitanasional.com – Sebuah musibah kebakaran hebat melanda kediaman milik seorang perempuan lanjut usia (lansia) berstatus janda, yang merupakan orang tua dari Kepala Perwakilan (Kaperwil) Provinsi Bengkulu media Infoberitanasional.com,Sulaidi.S. Peristiwa nahas ini terjadi di wilayah Kabupaten Empat Lawang,Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya sekira pukul 24.00 WIB pada Kamis malam.

Dalam insiden tersebut, api merambat dengan sangat cepat dan membesar dalam waktu singkat, hingga akhirnya berhasil menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta segala isi dan perabotannya. Tidak ada satu pun barang berharga, dokumen penting, maupun peralatan rumah tangga yang berhasil diselamatkan dari jilatan api. Bangunan tempat berteduh satu-satunya milik korban kini tinggal puing-puing dan abu, rata dengan tanah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut dalam kondisi usia yang sudah lanjut, berstatus janda, dan hidup sebatang kara. Sementara itu, seluruh anak-anak dan keluarga dekatnya, termasuk Sulaidi.S, berdomisili dan menetap jauh di Provinsi Bengkulu. Akibat jarak yang berjauhan tersebut, anak-anak tidak berada di samping korban saat musibah berlangsung.

Meski rumah dan harta benda tidak dapat diselamatkan, pihak keluarga sangat bersyukur atas kekompakan dan bantuan warga setempat yang bahu-membahu memadamkan api. Berkat pertolongan warga, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak merambah ke pemukiman atau rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materi yang dialami keluarga korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Nilai ini mencakup kerusakan bangunan permanen serta hilangnya seluruh aset dan harta benda yang telah dikumpulkan korban selama hidupnya. Bagi seorang lansia yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja dan mencari nafkah, kehilangan tempat tinggal dan segala isinya menjadi beban berat yang sangat menyedihkan dan memberatkan kehidupan masa tuanya.

Merespons musibah yang menimpa orang tuanya, Sulaidi.S selaku anak sekaligus Kaperwil Provinsi Bengkulu media Infoberitanasional.com menyampaikan permohonan dan harapan yang sangat besar. Secara khusus, ia meminta perhatian serius, bantuan, dan intervensi nyata baik dari jajaran Pemerintah Kabupaten Empat Lawang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah maupun provinsi dapat hadir membantu meringankan beban ibu saya. Beliau sudah tua, hidup sendiri sebagai janda, dan kami anak-anaknya berada jauh bertugas dan tinggal di Provinsi Bengkulu. Kami memohon uluran tangan pemerintah agar ibu tidak semakin menderita, serta dapat membantu proses pembangunan kembali rumah beliau yang hangus ini agar kembali memiliki tempat berteduh yang layak,” ungkap Sulaidi.S dengan nada haru.

Selain kepada pemerintah, pihak keluarga juga menyampaikan seruan kemanusiaan kepada para dermawan, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dan seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia. Diharapkan, kepekaan dan kepedulian masyarakat dapat tercurah untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak korban, serta membantu agar tempat kediaman tersebut dapat segera dibangun kembali.

Hingga berita ini diturunkan, korban dan keluarga sementara menumpang tinggal di rumah kerabat terdekat di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu respon dan bantuan dari berbagai pihak yang diharapkan dapat segera tiba. Sementara itu, penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut hingga kini masih dalam penelusuran pihak berwenang.

Dengan Nmr kontak : ( 0813-6724-2369 )

Pewarta : Tim Red.

Diduga Akan Ditetapkan Jadi Tersangka,Fajrin Nekat Lompat dari Lantai Dua Polsek Tamalate Melarikan Diri

0

Infoberitanasional.com-Makassar, 13 Mei 2026 – Sebuah peristiwa tak terduga dan mengejutkan terjadi di lingkungan kantor Polsek Tamalate, Kota Makassar. Seorang pria bernama Fajrin berhasil melarikan diri dari pengawasan aparat kepolisian saat sedang menjalani proses pemeriksaan awal. Tindakan nekat ini dilakukan tepat saat ia mengetahui bahwa pihak penyidik berencana menetapkan statusnya menjadi tersangka serta akan melakukan penahanan terhadap dirinya.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Tamalate, H. Muh. Thamrin S.E.M.M, beserta jajarannya, yang juga memaparkan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian berlangsung pada hari Minggu malam, tepatnya pukul 19.30 WITA. Saat itu, proses pemeriksaan masih berjalan, namun tim penyidik sempat mengambil waktu istirahat sejenak, sehingga pengawasan terhadap Fajrin menjadi kurang ketat.

Celah pengawasan tersebut ternyata diamati dan dimanfaatkan oleh Fajrin, yang saat itu belum berstatus sebagai tersangka maupun tahanan resmi. Bersama istrinya yang juga hadir di lokasi, keduanya segera menyusun rencana untuk kabur dari tempat pemeriksaan. Demi bisa segera keluar dari lingkungan kantor kepolisian, Fajrin memilih cara yang sangat berisiko, yakni melompat langsung dari lantai dua gedung Polsek Tamalate. Diketahui, sang istri turut berperan aktif membantu pelarian tersebut, mulai dari mengatur langkah pergerakan hingga memantau keadaan sekitar agar rencana berjalan lancar tanpa hambatan.

Segera setelah diketahui Fajrin lolos dari pengawasan, aparat kepolisian yang bertugas langsung melakukan pengejaran ke segala arah di sekitar lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus digencarkan secara intensif. Pihak kepolisian telah mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari Resmob Polsek Tamalate, tim Jatanras Polrestabes Makassar, serta Resmob Polda Sulawesi Selatan untuk melacak jejak dan menemukan keberadaan buronan tersebut di berbagai wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

Kapolsek Tamalate, H. Muh. Thamrin, menegaskan kepada publik bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk menangkap kembali Fajrin. Hal ini dilakukan agar proses hukum yang sempat terhenti akibat pelarian tersebut dapat dilanjutkan dan diselesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun tindakan kabur itu dilakukan tepat saat Fajrin mengetahui dirinya bakal ditetapkan sebagai tersangka, namun perbuatan melarikan diri tersebut tetap merupakan pelanggaran hukum dan akan menjadi perhatian utama serta pertimbangan serius dalam penanganan kasus yang bersangkutan di tahap selanjutnya.

Pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh warga Kota Makassar. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan berhati-hati dalam menerima berbagai informasi yang beredar, baik di ruang publik maupun di media sosial. Publik juga diharapkan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan kegaduhan, kepanikan, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pihak kepolisian menjamin bahwa seluruh proses penanganan kasus ini akan dijalankan secara teliti, transparan, dan sepenuhnya berlandaskan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh informasi rinci terkait keberadaan Fajrin saat ini maupun alasan pasti yang menjadi dorongan utama di balik tindakan pelarian yang dilakukannya. Pihak kepolisian berjanji akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat luas, seiring dengan kemajuan hasil penyelidikan serta operasi pencarian yang sedang berjalan.Tutupnya,”

Arifin/TIM INVESTIGASI

Demo Damai Depan Kantor Gubernur Bengkulu:Minta Copot Kadis PUPR Terkait Dugaan Perselingkuhan yang Viral Nasional,

0

Bengkulu,  Infoberitanasional.com – Gelombang protes masyarakat Bengkulu terus memanas menyusul maraknya penyebaran informasi di media sosial mengenai dugaan terjadinya kasus perselingkuhan yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.Nama yang paling banyak disorot dan disebut-sebut dalam unggahan warga adalah diduga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.Bahkan,isu dan konten terkait kasus ini diketahui sudah menyebar luas hingga ke kancah internasional,sehingga semakin memperburuk citra pemerintahan daerah di mata publik maupun dunia luar.

Merasa geram dan tidak terima nama baik daerah serta instansi pemerintah dicemarkan,ratusan warga yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan pun menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu pagi ini.Aksi ini digelar sebagai bentuk desakan keras agar Gubernur Bengkulu,Helmi Hasan,segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan terhadap pejabat yang bersangkutan, 13/Mei/2026,

Dalam orasi-orasi yang disampaikan, Ketua Aksi atau orator menegaskan sikap tegas masyarakat dan menyampaikan secara langsung tuntutan utama massa kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.Menurutnya,perbuatan yang diduga dilakukan pejabat tersebut sangat mencoreng nama baik instansi pemerintah, melanggar norma kesusilaan,agama, serta etika jabatan,sehingga pejabat tersebut sudah tidak lagi layak memegang amanah publik.

“Kami meminta Gubernur Bengkulu bertindak tegas.Copot segera Kadis PUPR! Jangan biarkan pejabat yang terlibat skandal merusak citra pemerintah,apalagi isu ini sudah menyebar sampai ke luar negeri,malu kita semua,”tegas Ketua Orasi di hadapan massa.Ia juga memberikan peringatan keras, jika hingga batas waktu yang ditentukan tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan atau respon serius, masyarakat berjanji akan kembali menggelar aksi damai dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dan lebih masif.

Massa demonstran mengaku diduga memiliki bukti-bukti nyata yang lengkap terkait dugaan kasus tersebut,mulai dari rekaman video kejadian,kronologi dugaan penggerebekan,hingga dokumen dan keterangan lain yang mendukung.Semua bukti ini,kata mereka,siap diserahkan dan ditunjukkan kepada pihak berwenang demi membuktikan kebenaran informasi yang beredar.

Selain pemecatan, masyarakat juga menuntut agar Pemerintah Provinsi Bengkulu segera membentuk tim khusus atau tim pengusut independen.Tim ini diharapkan bekerja secara transparan, objektif,dan profesional untuk meneliti serta membuktikan kebenaran dugaan tersebut.Tujuannya agar kasus ini menjadi terang benderang,tidak ada yang ditutup-tutupi, dan masyarakat mengetahui fakta yang sebenarnya.

“Kami berharap Gubernur mendengarkan aspirasi rakyat. Jangan sampai Gubernur Bengkulu hanya diam saja, berpangku tangan, atau bahkan seolah-olah menutupi kesalahan pejabatnya sendiri. Kami ingin keadilan, kami ingin ketegasan,dan kami ingin kasus ini selesai dengan jelas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tambah perwakilan massa.

Setelah berorasi sejak pagi hari,pihak keamanan akhirnya memberikan izin kepada perwakilan massa yang berjumlah sekitar 10 orang untuk masuk ke dalam kompleks kantor gubernur guna menyampaikan tuntutan mereka secara langsung kepada pihak pemerintah provinsi. Namun,tujuan utama massa untuk bertatap muka langsung dengan Gubernur Helmi Hasan tidak tercapai.Berdasarkan informasi yang diterima perwakilan massa di dalam, Gubernur dikabarkan sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Kekecewaan massa semakin bertambah lantaran Wakil Gubernur pun tidak dapat menemui mereka.Salah satu orator menyuarakan kekesalannya dengan menyebutkan dugaan bahwa Wakil Gubernur masih beristirahat sehingga tidak dapat menemui rakyat yang sedang menuntut keadilan di depan kantornya.

Meskipun gagal bertemu pimpinan tertinggi daerah, delegasi massa sempat ditemui oleh jajaran staf ahli atau asisten yang mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dalam pertemuan tersebut,pihak Pemprov menyatakan akan menindaklanjuti seluruh poin tuntutan yang disampaikan masyarakat serta berjanji akan memberikan jawaban resmi dan kepastian tindakan dalam waktu dekat.

Menanggapi hal itu, perwakilan massa menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas.”Kami menunggu kepastian tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Bengkulu,terkhusus keputusan tegas dari Bapak Gubernur Helmi Hasan.Kami ingin ada kejelasan, apakah tuntutan kami dipenuhi atau tidak,”ucapnya saat keluar dari gedung kantor Gubernur.

Memasuki siang hari,seluruh peserta demonstrasi akhirnya sepakat untuk membubarkan diri secara tertib dan damai.Sebagai penutup rangkaian aksi,salah satu anggota organisasi atau perwakilan massa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran kepolisian dan aparat keamanan yang telah mengamankan jalannya unjuk rasa sehingga berjalan lancar,aman,dan kondusif tanpa ada gangguan maupun insiden keributan sedikit pun.

Ia juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak,termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat luas,apabila selama proses penyampaian aspirasi maupun saat berorasi terdapat kata-kata, ucapan,atau tindakan yang kurang berkenan, menyakiti hati,atau dianggap melanggar aturan.

“Kami ucapkan terima kasih banyak atas pengamanannya. Dan jika ada kata-kata yang salah,ada ucapan yang kurang berkenan,kami mohon maaf sebesar-besarnya. Tujuan kami hanya menyampaikan aspirasi demi kebaikan bersama, memulihkan nama baik daerah,serta menjaga marwah pemerintahan Bengkulu agar tidak semakin buruk citranya,”tutup perwakilan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan,publik Bengkulu dan masyarakat luas masih menunggu langkah nyata serta keputusan resmi dari Gubernur Helmi Hasan terkait nasib pejabat yang diduga terlibat dalam skandal perselingkuhan yang telah menggema hingga ke kancah internasional tersebut.Belum ada tanggapan resmi maupun klarifikasi langsung dari Kadis PUPRD Provinsi Bengkulu terkait tuduhan yang disampaikan oleh masyarakat.

Pewarta : Red Bengkulu,

Sidang RS di PN Lahat Jadi Sorotan, OMBB Minta Hakim dan Jaksa Objektif

0

Infoberitanasional.com-Sumsel, kabupaten Lahat – 12 Mei 2026 Sidang perkara terdakwa Riduan.S, di Pengadilan Negeri Lahat kembali menjadi perhatian publik. Ketua Umum Organisasi Masyarakat Maju Bersama Bengkulu (OMBB), Majelis Pimpinan Nasional, M. Diamin, bersama kuasa hukum OMBB, Rino Adiansyah, SH, MH, menilai fakta persidangan menunjukkan lemahnya alat bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam keterangannya usai sidang, pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa dari empat orang saksi yang dihadirkan JPU, tidak satu pun yang melihat langsung terdakwa Riduan mengambil tandan buah sawit yang dipermasalahkan.

“Berdasarkan fakta persidangan, dari empat saksi yang dihadirkan JPU tidak ada satu pun yang melihat terdakwa mengambil tandan sawit tersebut. Karena itu kami meminta majelis hakim objektif dalam memutus perkara ini,” ujar Rino Adiansyah, SH, MH.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat alat bukti kuat yang menunjukkan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dakwaan yang diajukan. Oleh sebab itu, pihaknya berharap majelis hakim dapat memberikan putusan bebas terhadap terdakwa.

“Kami menilai tidak ada alat bukti yang menunjukkan terdakwa mencuri, sehingga menurut kami terdakwa seharusnya diputus bebas,” tegasnya.

Selain menyoroti alat bukti, pihak OMBB juga menilai sikap perusahaan perkebunan kelapa sawit PTPN di Kabupaten Empat Lawang terkesan arogan karena tidak mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.

Padahal, kata mereka, pihak keluarga terdakwa telah berupaya menemui pihak PTPN guna menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Hal itu juga sempat disampaikan oleh majelis hakim melalui Hakim Anggota I dalam persidangan.

“Majelis hakim melalui Hakim Anggota I juga menyampaikan bahwa seharusnya perkara ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dalam persidangan tersebut, Hakim Anggota I juga disebut memberikan teguran kepada saksi yang berasal dari pihak PTPN yang mana tidak setiap perkara ujung nya di persidangan tetapi bisa di selesaikan secara kekeluargaan

Sidang perkara ini pun terus menjadi perhatian masyarakat yang berharap proses hukum berjalan secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi rasa keadilan bagi seluruh pihak.